IDENTIFIKASI BAKTERI AEROB PATOGEN YANG DI ISOLASI DARI KUE SIAP SAJI YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL DI KOTA MANADO

Authors

  • Dennis Soeliongan
  • Fredine Rares Universitas Sam Ratulangi
  • Olivia Waworuntu Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/ebm.v1i3.3272

Abstract

Pada dasarnya bakteri tersebar luas di alam dengan demikian bahan makanan yang tidak steril dan mengandung populasi bakteri dari berbagai jenis. makanan sebagai sumber nutrisi bagi manusia juga merupakan media pertumbuhan dari berbagai jenis bakteri. Adanya interaksi antara mikroorganisme dan makanan akan menyangkut tiga aspek yaitu kerusakan pangan, penyakit infeksi, dan intoksikasi.Di indonesia di laporkan oleh direktorat jendral pemberantasan penyakit menular menunjukkan bahwa 30% dari kasus-kasus makanan yang tercemar bakteri dari makanan. Desain penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan sampel dilaksanakan selama 2 bulan sejak bulan Desember 2012 sampai dengan januari 2013. Hasil dari penelitian ini Bakteri-bakteri yang berhasil identifikasi dari sampel yang diambil di 2 tempat pasar tradisional adalah pasar karombasan dan pasar bahu E.Coli 40 %, Enterobacter aerogenes 30%,Shigella dysenteriae 20% dan klebsiella ozaena 10%. Pasar Bahu ditemukan bakteri Shigella dysenteriae 30%, E.Coli 30%, Enterobacter aerogenes 20%, klebsiella ozaena 20%. Gejala keracunan makanan oleh bakteri jenis ini munculnya lebih lambat daripada keracunan oleh jenis bakteri lainnya. Biasanya memerlukan waktu 1-3 hari pasca memakan makanan yang mengandung bakteri Escherichia coli.
Kesimpulan: Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Terdapat pola bakteri aerob patogen pada kue yang dijual di pasar tradisional di kota manado.
Kata Kunci: Bakteri, Makanan, Mikroorganisme, Manusia

ABSTRACT
Basically the bacteria are widespread in nature thus the food is not sterile and contain populations of bacteria of various types . as a food source for human nutrition is also a growing media of various types of bacteria . The interaction between microorganisms and food will involve three aspects: food damage , infectious disease , and in Indonesia intoksikasi.Di report by the directorate general of communicable disease control showed that 30 % of the cases of food contaminated with bacteria from food . This is a descriptive research design , sampling conducted during 2 months from December 2012 to January 2013. The results of this study bacteria that successfully identified from samples taken at 2 traditional market place is a 40 % market Karombasan and market bahu E. coli , Enterobacter aerogenes 30 % , Shigella 20 % Dysenteriae and Klebsiella ozaena 10 % . Shoulder market found bacteria Shigella dysenteriae 30 % , E. coli 30% , Enterobacter aerogenes 20 % ,Klebsiella ozaena 20% . Symptoms of food poisoning by bacteria this kind of emergence is slower than poisoning by other bacterial species . It usually takes 1-3 days after eating food containing the bacteria Escherichia coli .
Conclusion: From the research conducted it can be concluded as follows: There is a pattern of aerobic bacterial pathogens on the cake that is sold in traditional markets in the city of Manado.
Keywords: Bacteria, Food, Microorganisms, Human

Downloads

Published

2013-11-12

Issue

Section

Articles