Penggunaan Labial bow Sebagai Komponen Aktif pada Pencabutan Premolar Pertama (Kajian pada Typodont)

Authors

  • Pritartha Anindita Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/eg.v11i2.47646

Abstract

Abstract: To date, removable appliances have begun to be abandoned since they are considered ineffective compared to fixed appliances. Labial bow is one of the retentive components of removable orthodontic appliances that can be used as an active component or can be activated. The active labial bow can push the teeth in palatal and lingual directions; therefore, it can be used to correct simple malocclusion problems or to cover spaces that occur due to tooth extractions. This study aimed to determine the description of labial bow use as an active component in the case of extraction of the mandibular first premolars in typodonts. This was a descriptive study with a total sampling technique. Samples were 16 labial bows applied on the lower jaws of the typodonts. All samples were activated by 1 mm per activation to cover the extraction space of the first premolars in typodonts and then the average values of the measurement of the anterior teeth were calculated after activation and immersion. The results showed that the lowest average displacement of the anterior teeth was 2.00 mm, the highest displacement value was 2.66 mm, and the overall mean displacement of the anterior teeth for all 16 labial bow samples was 2.3413 mm. It means that the labial bows could retract the anterior teeth lingually to cover the space due to the extraction of the first premolars and aligned the incisors. In conclusion, labial bow can be used as an active component in mandibular first premolar extraction.

Keywords: removable orthodontic appliance; active labial bow; first premolar extraction

 

Abstrak: Dewasa ini penggunaan alat ortodontik lepasan sudah mulai ditinggalkan karena dianggap kurang efektif dibandingkan alat ortodontik cekat. Labial bow merupakan salah satu komponen retentif alat ortodontik lepasan yang dapat menjadi komponen aktif atau dapat diaktivasi. Labial bow aktif dapat mendorong gigi-geligi ke arah palatal maupun lingual sehingga dapat digunakan untuk mengoreksi permasalahan maloklusi sederhana ataupun menutup ruang akibat pencabutan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan labial bow sebagai komponen aktif pada kasus pencabutan gigi premolar pertama rahang bawah pada typodont. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel penelitian yakni sebanyak 16 sampel labial bow yang dipasang pada rahang bawah 16 model typodont. Seluruh sampel penelitian diaktivasi sebesar 1 mm per aktivasi untuk menutupi ruang pencabutan gigi premolar pertama pada typodont kemudian dihitung nilai rerata perpindahan gigi-geligi anterior setelah dilakukan aktivasi dan perendaman. Hasil analisis deskriptif mendapatkan nilai rerata perpindahan gigi-geligi anterior terkecil sebesar 2,00 mm, nilai perpindahan terbesar 2,66 mm, dan rerata keseluruhan (mean) perpindahan gigi-geligi anterior seluruh 16 sampel labial bow sebesar 2,3413 mm. Penggunaan labial bow sebagai komponen aktif pada kasus ekstraksi premolar pertama rahang bawah dapat membantu mendorong gigi-geligi anterior ke arah lingual menutup ruang akibat pencabutan gigi premolar pertama dan membantu meratakan insisivus. Simpulan penelitian ini ialah labial bow dapat dipergunakan sebagai komponen aktif pada ekstraksi premolar pertama mandibula.

Kata kunci: alat ortodontik lepasan; labial bow aktif; pencabutan premolar pertama

Author Biography

Pritartha Anindita, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

References

Premkumar S. Textbook of Orthodontics (1st ed). India: Elsevier India; 2015. p. 175–90, 194-200, 486–90.

Phulari BS. Orthodontics: Principles and Practice (2nd ed). New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers; 2017. p. 89-95, 297–8, 303–8.

Schwarz A. Textbook of Orthodontics (2nd ed). New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers; 2007. p. 396-9.

Gowda S, Das UM. Crowding, spacing and closed dentition and its relationship with malocclusion in primary dentition. Int J Clin Dent Sci. 2010;1(1):16-8.

Wagiran DIL, Kaunang WPJ, Wowor VNS. Kualitas hidup remaja SMA Negeri 6 Manado yang mengalami maloklusi. J Kedokt Komunitas dan Trop. 2014;2(2):85–9.

Marya CA. Textbook of Public Health Dentistry (1st ed). New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers; 2011. p. 182-4.

Mitchell L, Littlewood SJ, Nelson-Moon ZL, Dyer F. An Introduction to Orthodontics (4th ed). Oxford, UK: Oxford University Press; 2013. p. 10–5, 323-4.

Cobourne M, DiBiase A. Handbook of Orthodontics (2nd ed). Elsevier Ltd; 2016. p. 1–16, 256, 268.

Rahardjo P. Ortodonti Dasar (2nd ed). Surabaya: Airlangga University Press; 2019. p. 2, 69–79.

Isaacson KG, Muir JD, Reed RT. Removable orthodontic appliances. New Delhi: Elsevier; 2006. p. 24–7.

Gill DS. Orthodontics at a Glance. Oxford: Blackwell Publishing; 2008. p. 84-6.

Proffit WR, Henry W. Contemporary Orthodontics. St Louis: C.V. Mosby Inc; 2000. p. 296-9.

Downloads

Published

2023-06-26

How to Cite

Anindita, P. (2023). Penggunaan Labial bow Sebagai Komponen Aktif pada Pencabutan Premolar Pertama (Kajian pada Typodont). E-GiGi, 11(2), 313–317. https://doi.org/10.35790/eg.v11i2.47646

Issue

Section

Articles