Hubungan Lama Penggunaan Ortodonti Cekat dengan Status Psikososial

Authors

  • Yustisia Puspitasari Universitas Muslim Indonesia
  • Eva Novawaty Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad J. Abdi Universitas Muslim Indonesia
  • Syahfira Alifjayani Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.54840

Keywords:

lama penggunaan; ortodonti cekat; status psikososial

Abstract

Abstract: Orthodontic treatment aims to improve orofacial aesthetics and function, by moving teeth or modifying jaw growth. Psychosocial describes the interaction between behavior, social influences, environment on the mind, and culture. This study aimed to analyze the relationship between duration of fixed orthodontics use and psychosocial status. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Data were analyzed using the chi-square test. Samples were patients using fixed orthodontics at Kimia Farma Cendrawasih Clinic. The results showed that 40 patients were included in this study as respondents. The highest percentage of respondents was those who had used fixed orthodontics for >2 years (42.5%), followed by less than one year (32.5%), and 1-2 years (25.0%). Related to psychosocial status, most respondents had moderate psychosocial status (50%), followed by good psychosocial status (35.0%), and poor psychosocial status (15.0%). The chi-square test obtained a p-value of 0.021 for the relationship between the duration of using orthodontics and psychosocial status. In conclusion, there is a significant relationship between duration of fixed orthodontics use and psychosocial status among the patients.

Keywords: duration of use; fixed orthodontics; psychosocial status

 

Abstrak: Perawatan ortodonti bertujuan untuk memperbaiki estetika dan fungsi orofasial, dengan cara menggerakkan gigi atau memodifikasi pertumbuhan rahang. Psikososial merupakan gambaran interaksi antara perilaku, pengaruh sosial, lingkungan pada pikiran, dan budaya. Penelitian ini bertuju untuk mengetahui hubungan lama penggunaan ortodonti cekat dengan status psikososial. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Uji statistik yang digunakan ialah uji chi-square. Sampel penelitian ini ialah pasien Klinik Kimia Farma Cendrawasih yang melakukan perawatan ortodonti di dokter Spesialis Ortodonti. Hasil penelitian mendapatkan 40 pasien sebagai responden. Responden terbanyak ialah responden yang memiliki lama penggunaan ortodonti cekat >2 tahun (42,5%), diikuti lama penggunaan <1 tahun (32,5%), dan lama penggunaan 1-2 tahun (25,0%). Terkait status psikososial, responden terbanyak memiliki status psikososial sedang (50%), diikuti status psikososial baik (35,0%), dan status psikososial buruk (15,0%). Hasil uji chi-square terhadap hubungan antara lama penggunaan ortodonti cekat dengan status psikososial mendapatkan nilai p=0,021. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara lama penggunaan ortodonti cekat dengan status psikososial pasien.

Kata kunci: lama penggunaan; ortodonti cekat; status psikososial

Author Biographies

Yustisia Puspitasari, Universitas Muslim Indonesia

Bagian Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

Eva Novawaty, Universitas Muslim Indonesia

Bagian Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

Muhammad J. Abdi, Universitas Muslim Indonesia

Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

Syahfira Alifjayani, Universitas Muslim Indonesia

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

References

1. Suala HN, Wibowo D, Setyawardhana RHD. Kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need pada remaja. Dentin. 2021;5(3):129–33. Doi: 10.20527/DENTIN.V5I3.4348

2. Farani W, Abdillah MI. Prevalensi maloklusi anak usia 9-11 tahun di SD IT Insan Utama Yogyakarta. Insisiva Dent J Maj Kedokt Gigi Insisiva. 2021;10(1):26–31. Doi: 10.18196/di.v10i1.7534

3. Goenharto S, Rusdiana E, Khairyyah IN. Comparison between removable and fixed orthodontic retainers. J Vocat Heal Stud. 2017;1(2):82. Doi: 10.20473/jvhs.V1.I2.2017.82-87

4. Jayanti TA, Puspitasari Y, Arifin N. The relationship between duration of fixed orthodontic treatment with periodontal status and treatment needs among students in the Faculty of Dentistry Universitas Muslim Indonesia Makassar in 2017. Dentino. 2018;3(1):85–90. Doi: 10.20527/DENTINO.V3I1.4608

5. Edrizal, Busman, Azmir M. Evaluation of relapse after active orthodontic treatment : scoping review. Menara Ilmu. 2021;XV(01):43–54. Doi: 10.31869/mi.v15i1.2752

6. Widyasanthi KAS, Hutomo LC, Marheni A. Gambaran motivasi dan status psikososial pada mahasiswa yang melakukan dan tidak melakukan perawatan ortodontik di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Bali Dent J. 2018;2(2):65–71. https://doi.org/10.51559/bdj.v2i2.110

7. Muhiddin, Wibowo D, Sari GD. Hubungan maloklusi gigi terhadap status psikososial remaja (Literature review). Dentin J Kedokt Gigi. 2022;6(3):120–6. Doi: 10.20527/dentin.v6i3.6818

8. Ramadani RA, Hardja MJ. Hubungan pemakaian peranti ortodonti cekat dengan status psikososial pasien usia dewasa awal “Kajian pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti” (Laporan Penelitian). J Kedokt Gigi Terpadu. 2022;4(2):84–7. https://doi.org/10.25105/jkgt.v4i2.15568

9. Agustini DN, Susilarti, Ta’adi. Efek pemakaian alat orthodonsi cekat terhadap tingkat percaya diri mahasiswa pada tiga asrama daerah di Yogyakarta. J Gigi Dan Mulut. 2014;1(1):56–64. https://e-journal.poltekkesjogja.ac.id/index.php/JGM/article/view/103

10. Muzakki ER, Wibowo D, Rasyid NI. Correlation between orthodontic treatment needs and psychosocial condition of adolescents in SMPN 1 Marabahan. Dentino J Kedokt Gigi. 2020;5(1):39. Doi: 10.20527/dentino.v5i1.8119

11. Jolanda J, Maria C, Himawati M. Hubungan antara persepsi remaja tentang penggunaan alat ortodontik cekat dan minat terhadap perawatan maloklusi (Penelitian pada Pelajar SMAK “X” Bandung). Insisiva Dent J Maj Kedokt Gigi Insisiva. 2018;7(1):1–8. Doi: 10.18196/di.7189

12. Muttaqin Z, Hadi L, Naomi N. Pengaruh pemakaian peranti ortodonti cekat terhadap status psikososial. J Prima Med Sains. 2021;3(2):78–81. Doi: 10.34012/jpms.v3i2.2160

13. Puspitasari Y, Lestari N, Arifin FA, Aldilawati S, Hizam. Pengaruh perawatan ortodonti cekat terhadap tingkat kepuasan pasien di Klinik Praja Rinra Care. Sinnun Maxillofacial Journal. 2022;4(2):86-93. Doi: 10.33096/smj.v4i02.80

14. Rachmawati A, Erliera D. The relationship between orthodontic treatment need and psychosocial impact in University of Sumatera Utara undergraduate student. Advances in Health Science Research. 2018;8:1–3. Doi: 10.2991/idcsu-17.2018.1

15. Yi S, Zhang C, Ni C, Qian Y, Zhang J. Psychosocial impact of dental aesthetics and desire for orthodontic treatment among Chinese undergraduate students. Patient Prefer Adherence. 2016;10:1037–42. Doi: 10.2147/PPA.S105260

16. Widyasanthi, Hutomo, Marheni A. Gambaran motivasi dan status psikososial pada mahasiswa yang melakukan dan tidak melakukan perawatan ortodontik di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Bali Dental Journal. 2020;2(2):65-71. Doi: 10.51559/bdj.v2i2.110

Downloads

Published

2026-01-03

How to Cite

Puspitasari, Y., Novawaty, E., Abdi, M. J., & Alifjayani, S. (2026). Hubungan Lama Penggunaan Ortodonti Cekat dengan Status Psikososial. E-GiGi, 14(1), 266–270. https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.54840

Issue

Section

Articles