Prevalensi Maloklusi Anterior pada Anak Usia 8-12 tahun di SDN Renged 1 Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.59139Abstract
Abstract: Epidemiologic data on the prevalence of malocclusion is an important determinant in planning appropriate orthodontic services. This study aimed to describe the prevalence of anterior dental malocclusion which were crowding, spacing, protrusion teeth, crossbite, deep bite, and openbite among children. The study involved 106 students aged 8-12 years at Sekolah Dasar Negeri Renged I Tangerang (Elementary School) taken by stratified random sampling technique. Crowding teeth was measured by malalignment score using 45o ended plastic ruler, while crossbite and openbite were examined by inspection. The results showed that only 6.6% had normal occlusion and 93.4% had anterior dental malocclusion. Most cases were crowding (25.65%), followed by spacing, protrusion teeth, deep bite, anterior open bite, and anterior cross bites of 151 total cases. Statistical test showed significant relationships between age and crowding, spacing teeth, and cross bites. Meanwhile, there were no relationships between age and protrusion teeth, deep bite, and open bite. There was no significant relationship between gender and all types of anterior malocclusions. In conclusion, there is a high prevalence of anterior malocclusion among 8-12 years old children in Elementary School Renged I Tangerang.
Keywords: anterior malocclusion prevalence; children aged 8-12 years
Abstrak: Data epidemiologi mengenai prevalensi maloklusi anterior merupakan faktor penting dalam perencanaan yang tepat untuk layanan ortodontik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi berbagai kasus maloklusi anterior meliputi gigi berjejal, bercelah, gigi protrusif, gigitan silang, gigitan dalam dan terbuka pada anak. Subyek penelitian melibatkan 106 anak sekolah usia 8-12 tahun di Sekolah Dasar Negeri Renged I Tangerang. Pengukuran gigi berjejal dilakukan dengan skor indeks malalignment menggunakan penggaris plastik berujung 45o, sedangkan pengukuran gigi bercelah dilakukan dengan jangka berujung runcing, serta gigitan silang dan gigitan terbuka dilihat dengan inspeksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan hanya 6,6% anak memiliki oklusi normal dan 93,4% mengalami maloklusi anterior. Jenis kasus maloklusi anterior terbanyak berturut-turut ialah gigi berjejal (25,65%), gigi bercelah, gigi protrusif, deep bite, open bite, dan cross bite dari total 151 kasus. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kelompok usia dengan gigi berjejal, gigi bercelah, dan gigitan silang namun tidak terdapat hubungan bermakna dengan gigi protrusif, gigitan dalam, serta gigitan terbuka. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan seluruh jenis kasus maloklusi. Simpulan penelitian ini ialah terdapat prevalensi maloklusi anterior yang tinggi pada anak usia 8-12 tahun di SDN Renged I Tangerang.
Kata kunci: prevalensi maloklusi anterior; anak usia 8-12 tahun
References
Kidd EAM, Joyston S. Dasar-dasar Penyakit Karies dan Penanggulangannya. Jakarta: EGC; 1991. p.12-3.
Achmad MH, Natsir M, Samad R. Buku Saku Maloklusi pada Anak dan Penanganannya. Jakarta: Sagung Seto; 2016. p. 51
Fajrin L, Sutjiati R. Kebutuhan perawatan ortodonsi siswa Sekolah Dasar Sumbersari Kabupaten Jember dengan menggunakan indeks Handycapping Malocclution Assesment Rrecord (HMAR). Stomatognatic. 2013;10(1):47-50. Available from: https://stoma.jurnal.unej.ac.id/index.php/STOMA/article/view/2029/1636
Wijayanti P. Gambaran maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodonti pada anak usia 9-11 tahun [Skripsi]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2013.
Proffit WR, Henry FW, Sarver MD. Contemporary Orthodontics (5th ed). St. Louis: Mosby Elsevier; 2007.
Moyers RE. Handbook of Orthodontics (4th ed). London: YearBook Medical Publisher; 1988. p. 147,185-8.
Sulandjari H. Buku Ajar Ortodonsia I KGO I. Yogyakarta: FKG UGM; 2008.
Permana AN, Ardani IGA, Narmada IB. Prevalensi dan tingkat keparahan maloklusi anak usia 8-12 tahun populasi Arab di SD Al Irsyad, Surabaya. Orthodontic Dental Journal. 2014;5(1):12-8.
Bhalajhi SI. Orthodontics the Art and Science (6th ed). New Delhi: Arya Medi Publishing House; 2015.
Sitilaksmi RM. Keparahan maloklusi anak usia 8-12 tahun di Klinik Ortodonti FKG Universitas Airlangga [Skripsi]. Surabaya: Universitas Airlangga; 2008.
Adani F. Tingkat keparahan maloklusi anak usia 8-12 tahun di SDN Pacarkeling V dan VI Surabaya [Skripsi]. Surabaya: Universitas Airlangga; 2013.
Das UM, Venkatsubramanian, Reddy D. Prevalence of malocclusion among school children in Bangalore. India. Int J Clin Pediatr Dent. 2008;1(1):10-2. Doi: https://doi.org/10.5005/jp-journals-10005-1002
Wijanarko AG. Prevalensi maloklusi pada remaja usia 12-14 tahun pada Sekolah Menengah Pertama di Jakarta [Tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia; 1999.
Laguhi VA, Anindita PS, Gunawan PN. Gambaran maloklusi dengan menggunakan HMAR pada pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi Manado. e-GiGi 2014;2(2):91-7. Doi: 10.35790/eg.2.2.2014.5829
Kementerian Kesehatan RI. Badan PPSDM Kesehatan: Informasi SDM Kesehatan [serial online]. 2016. [cited Dec 2016]; Available from: URL: http://bppsdmk.depkes.go.id/info_sdmk/info/fasyankes.
Morais CH, Luciane Z, Viviane VD, Valdrighl HC, Venezian GC, Vedovello SA. Malocclusion in school children aged 7-12 years old in Minas Gerais, Brazil. Rev Gauch Odontol. 2016;64(2):164-7. Doi: 10.1590/1981-863720160002000062970
Arsie RY. Dampak berbagai karakteristik oklusi gigi anterior terhadap status psikososial remaja awal [Tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2012.
Atashi MHA. Prevalence of malocclusion in 13-15 years old adolescent in Tabriz. JODDD 2007;1(1):13-8. Doi: https://doi.org/10.5681/joddd.2007.003
Liling DT. Hubungan kasus malklusi gigi anterior dengan status psikososial pada remaja SMP di Makasar [Skripsi]. Makasar: Universitas Hasanuddin; 2013.
Reddy ER, Manjula M, Sreelakshmi N, Rani ST, Aduri R, Patil BD. Prevalence of malocclusion among 6 to 10 years old Nalgonda School Children. J Int Oral Health. 2013;5(6):49-54. Available from: https:// pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24453444/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Moch G. Firdaus, Fazwishni Siregar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).



