Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Status Gingiva pada Nelayan di Desa Tateli Weru
DOI:
https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.61279Abstract
Abstract: Smoking is a very common habit in society. Burden of work, economic pressure, and family life are often the reasons that encourage people to smoke as a diversion to the pressure or stress experienced. This habit not only causes systemic effects, but can also cause pathological conditions in the oral cavity. Heat and accumulation of cigarette combustion products can affect the
inflammatory response of gingiva. This study aimed to determine the relationship between smoking habits and gingiva status in fishermen in Tateli Weru village. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using the total sampling technique. This study was carried out by measuring the number of cigarettes in a day using a questionnaire and conducting an examination to see the gingival status. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The results showed that 57.5% of fishermen had moderate smoking habits and 46.6% of fisherman had moderate gingival status. The bivariate analysis showed a p-value of 0.003 (<0.05). In conclusion there is a relationship between smoking habit and gingival status among fishermen in Tateli Weru village.
Keywords: smoking habits; gingival status; fisherman
Abstrak: Merokok merupakan kebiasaan yang sangat umum di masyarakat. Beban pekerjaan, tekanan ekonomi, kehidupan keluarga seringkali merupakan alasan yang mendorong seseorang untuk merokok sebagai pengalihan terhadap tekanan atau stres yang dialami. Kebiasaan ini tidak hanya menimbulkan efek secara sistemik, tetapi juga dapat menimbulkan kondisi patologis di rongga
mulut. Panas dan akumulasi produk hasil pembakaran rokok dapat memengaruhi respon inflamasi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan status gingiva pada nelayan di Desa Tateli Weru. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis
menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur jumlah rokok yang dikonsumsi dalam sehari menggunakan kuesioner dan melakukan pemeriksaan indeks gingiva. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 57,5% nelayan memiliki kebiasaan merokok kategori sedang dan sebanyak 46,6% nelayan memiliki status gingiva kategori sedang. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p=0,003 (<0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan status gingiva pada nelayan di Desa Tateli Weru.
Kata kunci: kebiasaan merokok; status gingiva; nelayan
References
Rompis K, Wowor VNS, Pangemanan DHC. Tingkat pengetahuan bahaya merokok bagi kesehatan gigi mulut pada siswa SMK Negeri 8 Manado. e-CliniC. 2019;7(2):98-102. Doi: https://doi.org/10.35790/ecl.v7i2.24023
Puspita C, Ratnaningsih T, Laili S. Hubungan merokok dengan prestasi anak kelas IX di SMPN 2 Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Sehat PPNI Mojokerto; 2022. h.3
Diki AS. Tingkat pengetahuan tentang bahaya merokok dan minuman keras pada siswa kelas X di SMA dan SMK sekecamatan Kandangan Kabupaten Kediri. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Jombang; 2020. p. 2. Available from: https://repository.stkipjb.ac.id/index.php/student/article/download/2535/2138
Riauan MI, Sari GG. Konsep diri perokok di Universitas Islam. Medium Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau. 2018;6(2):27-38. Doi: https://doi.org/10.25299/medium.2018.vol6(2).2410
Lian TY, Dorotheo U. The tobacco control atlas: ASEAN Region (4th ed). Bangkok: Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA); 2018. p. 21-7. Available from: https://seatca.org/dmdocuments/ SEATCA%20Tobacco%20Control%20Atlas%20ASEAN%20Region%204th%20Ed%20Sept%202018.pdf
Tim Riskesdas 2018. Laporan Nasional Riskesdas. Jakarta; 2018. p. 218. Available from: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf
Ruslan FW, Parmasari WD. Hubungan antara perilaku merokok dengan timbulnya kalkulus gigi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Surabaya. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma (JIKW). 2022;11(2):49-55. Doi: http://dx.doi.org/10.30742/jikw.v11i1.1671
Hidayat R, Tandiari A. Kesehatan Gigi dan Mulut-Apa yang Sebaiknya Anda Tahu? Yogyakarta: Penerbit Andi. 2016; p. 50-5. Available from: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1160346.
Manibuy KD, Pangemanan DHC, Siagian KV. Hubungan kebiasaan merokok dengan status gingiva pada remaja usia 15-19 tahun. e-GiGi. 2015;3(2):556-60. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.3.2.2015.10018
Nurjanah EI, Listrianah. Gingivitis pada perokok di Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM). 2019;1(2):12-6. Available from: https:// jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/442
Haryani W, Siregar IHY. Gingivitis. Jakarta: Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes I;2022. h. 2-5. Available from: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/9248.
Gupta P, Boloor V. Essential Quick Review Periodontics. New Delhi: Verma Priya Gupta Ashutosh Vinita Boloor. 2016; p. 33-86. Available from: https://books.google.co.id/books/about/Essential_Quick_ Review_ PERIODONTICS.html?id=h0IdMQAACAAJ&redir_esc=y.
Putri MH, Imsinarti S, Maramis J. Preventive Dentistry. Jakarta: Forum Komunikasi Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Depkes RI. 2018; p. 210-20. Available from: https://kesgi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/wp-content/uploads/2015/05/Draft-Buku-Ajar-Preventive-Dentistry.pdf
Joseph G, Sumampouw OJ. Hubungan antara posisi kerja dan usia dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan. Jurnal Kesehatan. 2022;11(1):34-42. Available from: https://jurnal.payungnegeri.ac.id/ index.php/healthcare/article/download/231/101.
Widhani FDP, Kusuma IA, Nosartika I, Prabowo YB. Relationship between knowledge of periodontal disease and gingival melanin pigmentation and smoking behavior. e-GiGi. 2022;10(1):24-31. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.v10i1.37333
Poana P, Mariati NW, Anindita PS. Gambaran status gingiva pada perokok di Desa Buku Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. e-GiGi. 2015;3(1):223-28. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.3.1.2015.8078
Mufaidah S, Mandagi A. Hubungan IMT, usia, dan kebiasaan merokok terhadap hipertensi pada nelayan KUB Pondok Layar. Jurnal CMHP. 2019;1(2):1-12. Doi: https://doi.org/10.51602/cmhp.v1i2.29
Suprihatin A, Raharjo B, Catur A. Hubungan antara kebiasaan merokok, aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Nguter [Skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2016. Available from: https://eprints.ums.ac.id/46230/27/ NASKAH%20PUBLIKASI%20REV.pdf.
Pulvers K, Tracy LR, Novotny TE, Satybaldiyeva, Hunn A, Romero DR, et al. Switching people who smoke to unfiltered cigarettes: perceptions, addiction and behavioural effects in a cross-over randomised controlled trial. Tobacco Control. 2023;32(4):520-23. Doi: 10.1136/tobaccocontrol-2021-056815
Perangin-Angin S. Pengaruh merokok pada kesehatan mulut remaja. Medan: Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan; 2021. Available from: https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/majalahilmiahsultanagung/article/ download/39/33.
Suàrez F. Periodontics: The Complete Summary. USA: Quinstessence Publishing. 2021; p. 5-68. Available from: https://www.quintessence-publishing.com/gbr/en/product/periodontics.
Minnatilah A, Sugito BH, Isnanto. Hubungan perilaku merokok dengan penyakit gingivitis pada nelayan di Pelabuhan Perikanan Pasongsongan. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi. 2019;1(2):1-6. Doi: https://doi.org/10.37160/jikg.v1i2.521
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Marchella M. Mengko, Vonny N. S. Wowor, Wulan G. Parengkuan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).



