Hubungan antara Perilaku Menyikat Gigi dengan Indeks Kalkulus pada Masyarakat Pesisir
DOI:
https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.62646Abstract
Abstract: For most people in coastal areas, education is still not considered a very important family need. One dental health issue is calculus, which is a buildup of plaque and various calcified molecules that adhere to the surface of the teeth, making them rough and feel thick. To address this, good and proper tooth brushing behavior is needed, done diligently, carefully, and regularly. This study aimed to determine the relationship between tooth brushing behavior and calculus index in the coastal community of Desa Poopoh, Kabupaten Minahasa. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. The instruments used for tooth brushing behavior was questionnaire and for examination of the calculus index was dental examination sheet. The results obtained 123 respondents by using a purposive sampling technique. As many as 64 respondents (52.0%) had poor tooth brushing behavior, and 59 respondents (48.0%) had good tooth brushing behavior. The most dominant calculus index examination was in the moderate category of 81 respondents (65.8%). The Spearman rank correlation test for the relationship between tooth brushing behavior and the calculus index obtained a p-value of 0.01 (p≤0.05). In conclusion, there is a significant relationship between tooth brushing behavior and calculus index among the coastal community of Desa Poopoh, Kabupaten Minahasa.
Keywords: tooth brushing behavior; calculus index; coastal community
Abstrak: Bagi sebagian besar masyarakat di wilayah pesisir pendidikan masih merupakan kebutuhan keluarga yang tidak terlalu penting. Salah satu masalah kesehatan gigi yaitu kalkulus yang merupakan kumpulan plak dan berbagai molekul yang terkalsifikasi dan menempel pada permukaan gigi, sehingga gigi menjadi kasar dan terasa tebal. Untuk mengatasinya, diperlukan perilaku menyikat gigi yang baik dan benar secara tekun, teliti, dan teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku menyikat gigi dengan indeks kalkulus pada masyarakat pesisir Desa Poopoh Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan desain potong lintang. Instrumen yang digunakan untuk perilaku menyikat gigi ialah kuesioner serta pemeriksaan indeks kalkulus menggunakan lembar pemeriksaan gigi. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 123 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku menyikat gigi yang buruk pada 64 responden (52,0%), dan perilaku menyikat gigi yang baik pada 59 responden (48,0%). Hasil pemeriksaan indeks kalkulus yang paling dominan ialah kategori sedang sebanyak 81 responden (65,8%). Hasil uji Spearmen rank correlation terhadap hubungan antara perilaku menyikat gigi dengan indeks kalkulus mendapatkan nilai p=0,01 (p≤0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara perilaku menyikat gigi dengan indeks kalkulus pada masyarakat pesisir Desa Poopoh Kabupaten Minahasa.
Kata kunci: perilaku menyikat gigi; indeks kalkulus; masyarakat pesisir
References
Prasko, Husna N. Efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dengan menggunakan media Busy Book terhadap tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Jurnal Kesehatan Gigi. 2019;6(1):52. Doi: https://doi.org/ 10.31983/jkg.v6i1.4408
Aulia DA, Hatta I, Sari GD. Hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut terhadap oral hygiene pada siswa SMP. Dentin. 2021;5(2):53. Doi: https://doi.org/10.20527/ dentin.v5i2.3788
Riskesdas. Hasil Utama Riskesdas. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2018.
Saptiwi B, Hanafi M, Purwitasari D. Perilaku pemeliharaan kes ehatan gigi dan mulut terhadap status kebersihan status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) warga Samin Surosentiko Kabupaten Blora. Jurnal Kesehatan Gigi. 2019;6(1):69. Doi: https://doi.org/10.31983/jkg.v6i1.4436
Rasni NDP, Khoman JA, Pangemanan DHC. Gambaran kebiasaan menyikat gigi dan status kesehatan gingiva pada anak sekolah dasar. e-GiGi. 2020;8(2):62. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.8.2.2020.29905
Suhardi RS, Hidayati S, Soesilaningtyas. Gambaran pengetahuan menyikat gigi pada ibu PKK di Wilayah RT 07 Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal. Jurnal Kesehatan Gigi Masyarakat. 2022;4(1):31. Doi: https://doi.org/10.36086/jkgm.v4i1.916
Tjiptoningsih UG, Permatasari FN. Pengaruh penyimpanan sikat gigi terhadap kontaminasi bakteri pada bulu sikat gigi. MDERJ. 2021;1(3):112–3. Available from: https://journal.moestopo.ac.id/index.php/mder
Islamiati N, Suryanti N, Samiaty A. Hubungan pernilaian diri dan perilaku kebersihan gigi mulut pada remaja dan ibu. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students. 2022;6(2):111–2. Doi: 10.24198/pjdrs.v6i2.3325.
Sijabat PSB, Hatta I, Sari GD. Hubungan pengetahuan sikap dan tindakan lansia dengan status kebersihan gigi dan mulut. Jurnal Kedokteran Gigi. 2020;4(2):33. Doi: https://doi.org/10.20527/dentin.v4i2.2282
Akcali A, Lang NP. Dental calculus: the calcified biofilm and its role in disease development. The Journal of Periodontology. 2017;76(1):2. Doi: https://doi.org/10.1111/prd.12151
Kasaluhe MD, Pramardika DD, Mahihody AJ, Sambeka Y, Tanod WA. Gambaran permasalahan tidak tercapainya perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat pesisir Kampung Likuang Kepulauan Sangihe. Jurnal Ilmiah Sesebanua. 2022;6(2):68. Doi: https://doi.org/10.54484/jis.v6i2.530
Winata INP. Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pendekatan pengembangan usaha perikanan. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan. 2023;1(Edisi Khusus: Isu dan Kebijakan Kelautan dan Perikanan):92- 3. Doi: http://dx.doi.org/10.15578/jkpt.v1i0.12053
Skripsa TH, Uniqe AA, Hermawati D. Hubungan pengetahuan dan tindakan menjaga kesehatan gigi mulut dengan keluhan subyektif permasalahan gigi mulut pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan. e-GiGi. 2021;9(1):72. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.9.1.2021.32676
Sutrayitno W, Supriyanto I, Herijulianti E, Sirait T. Gambaran perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berdasarkan jenis kelamin pada siswa MTS Nurul Huda. Jurnal Terapis Gigi dan Mulut. 2023;2(2):76. Doi: https://doi.org/10.34011/jtgm.v2i2.1369
Anang, Robbihi IH. Hubungan pengetahuan dengan perilaku kesehatan gigi dan mulut. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2021;4(2):56. Doi: http://repo.poltekkestasikmalaya.ac.id/id/eprint/1668
Putra FS, Mintjelungan CN, Juliatri. Efektivitas pasta gigi herbal dan non-herbal terhadap penurunan plak gigi anak usia 12-14 tahun. e-GiGi. 2017;5(2):156. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.5.2.2017.17022
Silfia A, Riyadi S, Razi P. Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pemeliharaan kesehtan gigi dan mulut murid Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Gigi. 2019;6(1):45. Doi: https://doi.org/10.31983/jkg.v6i1.4407
Rivalina GA, Larasati R, Edi IS. Hubungan cara menyikat gigi dengan tingginya indeks kalkulus pada siswa kelas X SMA Widya Darma Surabaya. Indonesian Journal of Health and Medical. 2022;2(3):258. Available from: https://rcipublisher.org/ijohm/index.php/ijohm/article/view/124/92
Sahli IT, Sumi, Paramarta V, Supartika EY, Ita M, Solhanhudi. Hubungan status kalkulus indeks dengan kepercayaan remaja usia sekolah. Health Information: Jurnal Penelitian. 2023;15(2):4. Available from: https://doi.org/10.36990/hijp.v15i2.917
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fitria D. Roboth, Christy N. Mintjelungan, Juliatri Juliatri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).



