Gambaran Erupsi Molar Satu Permanen Mandibula dan Status Gizi Anak Usia 6 Tahun

Authors

  • Tamariska Kapugu Universitas Sam Ratulangi
  • Johanna A. Khoman Universitas Sam Ratulangi
  • Shirley E. S. Kawengian Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.62648

Abstract

Abstract: Tooth eruption is an important process in child's growth. Good nutritional status plays a crucial role in the growth process of children, including the growth of teeth and bones. This study aimed to describe the eruption of the permanent mandibular first molar and the nutritional status of 6-year-old children at Desa Poopoh. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples were taken using a total sampling technique with inclusion criteria for all 6-year-old children at Poopoh Village, totaling 32 children. This study assessed the eruption of the permanent mandibular first molar and examined their nutritional status by measuring their weight and height. The results showed that 78.12% of the children had erupted permanent mandibular first molars. The nutritional status based on height-for-age (HAZ) showed 25.0% of stunted and 75.0% of normal categories. The nutritional status based on BMI-for-age (BAZ) showed 12.5% underweight, 71.8% normal, 9.38% overweight, and 6.25% obese. In conclusion, the majority of 6-year-old children at Desa Poopoh have erupted permanent mandibular first molars, and normal H/A and BMI/A nutritional status.

Keywords: tooth eruption; permanent mandibular first molar; nutritional status

 

Abstrak: Erupsi gigi menjadi salah satu proses penting dalam pertumbuhan anak. Status gizi yang baik berperan penting dalam proses pertumbuhan anak, termasuk pertumbuhan gigi dan tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran erupsi molar satu permanen mandibula dan status gizi anak usia 6 tahun di Desa Poopoh. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan kriteria inklusi terhadap seluruh anak usia 6 tahun di Desa Poopoh yang berjumlah 32 anak. Pada penelitian ini dilakukan penilaian erupsi gigi molar satu permanen mandibula pada rongga mulut anak dan pemeriksaan status gizi anak mulai dari pengukuran berat badan dan tinggi badan pada anak. Hasil pemeriksaan menunjukkan gigi molar satu permanen mandibula yang sudah erupsi sebesar 78,12%. Status gizi berdasarkan TB/U didapatkan kategori pendek/stunted (25,0%) dan kategori normal (75,0%). Status gizi berdasarkan IMT/U didapatkan kategori kurus (12,5%), normal (71,8%), gemuk (9,38%), obesitas (6,25%). Simpulan penelitian ini ialah mayoritas anak usia 6 tahun di Desa Poopoh sudah mengalami erupsi gigi molar satu permanen mandibula, dengan kategori status gizi TB/U dan IMT/U normal.

Kata kunci: erupsi gigi; molar satu permanen mandibula; status gizi

Author Biographies

Tamariska Kapugu, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, Indonesia

Johanna A. Khoman, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, Indonesia

Shirley E. S. Kawengian, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, Indonesia

References

1. Nowak J, Christensen JR, Mabry TR, Townsend JA, Wells MH. Pediatric Dentistry, Infancy Through Adolescence (6th ed). Philadelphia: Elvesier; 2019. p. 580.

2. Primasari A. Embriologi dan Tumbuh Kembang Rongga Mulut. Medan: USU Press Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT), 2018. h. 109-132.

3. Baladina IM, Marjianto A, Isnanto. Faktor penyebab terlambatnya erupsi gigi permanen. JIKG. 2022:3(1):115-25. Available from: http://ejurnal.poltekkestasikmalaya.ac.id/index.php/jikg/index

4. Mainali S, Chaulagain R, Poudyal S, Pradhan A. Usia dan urutan erupsi gigi permanen anak. Jurnal Perguruan Tinggi Kedokteran KIST. 2019:1(2):32-33. Available from: https://www.researchgate.net/publication/336799095

5. Lantu V, Kawengian S, Wowor V. Hubungan status gizi dengan erupsi gigi permanen siswa SD Negeri 70 Manado. e-GiGi. 2015:3(1):190-4. Doi: http://doi.org/10.35790/eg.3.1.2015.6849

6. Agung IGA, Wedagama DM, Hartini IGAA, Maaruf MT, Hervina M. Gizi, Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Usia Sekolah (1st ed). Denpasar: UNMAS Press; 2017.

7. Buku Ajar Penilaian Status Gizi. Program Studi Kesehatan Masyarakat. Denpasar: Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; 2015.

8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak.

9. Harjatmo TP, Par’i HM, Wiyono S. Buku Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2017. 10. Rahadiyanti A, Purwanti R. Buku Ajar Epidemiologi Masalah Gizi. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro; 2021. 017.

11. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Prevalensi Status Gizi Anak Usia 5–12 Tahun Berdasarkan Indikator Indeks Massa Tubuh (IMT/U). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI [cited 2018]. Available from: https://www.litbang.kemkes.go.id

12. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). Panduan Hari Gizi Nasional Tahun 2024 tentang MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting. [cited 2024 Jan 25]. Available from: https://www.ayosehat.kemkes.go.id

13. Shobah DN. Pengaruh status gizi terhadap waktu erupsi gigi permanen molar satu mandibula [Skripsi]. Semarang: Universitas Islam Sultan Agung; 2021.

14. Andyarini EN. Tinjauan sistematis determinan gizi kurang pada balita di daerah pesisir. Marine Journal. 2017:3(1):1-8. Available from: https://jurnalsaintek.uinsa.ac.id

15. Ahmad P. Perbandingan waktu erupsi gigi M1 permanen mandibula antara anak laki-laki dan perempuan di Ta’Mirul Islam Surakarta [Skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2014.

16. Lailasari D, Herawati E, Wahyuni IS. Hubungan erupsi gigi tetap dengan status gizi anak usia 6-7 tahun. Jurnal Universitas Padjajaran. 2018:30(2):116-121. Doi: http://dx.doi.org/10.24198/pjd.vol30no2.18322

17. Kuswandari S. Maturasi dan erupsi gigi permanen pada anak periode gigi pergantian. Dental Journal. 2014:47(2):73. Doi: https://doi.org/10.20473/j.djmkg.v47.i2.p72-76

18. Laurenzya C. Hubungan stunting terhadap jumlah erupsi gigi sulung pada usia 6-18 bulan di desa Panduman Kecamatan Jelbuk [Skripsi]. Jember: Universitas Jember; 2021.

19. Mujaddiduddin MB, Probosari N, Yani RWE. Gambaran waktu erupsi gigi insisiv sentral sulung rahang bawah anak stunting di Desa Panduman dan Sukojember Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember [Skripsi]. Prosiding Nasional FORIKES: 2022:3:92-93. Available from: https://repository.unej.ac.id/xmlui/ handle/123456789/112713

20. Arid J, Vitiello MC, Silva RAB, da Silva LAB, de Queiroz AM, Kuchler EC, et al. Nutritional status is associated with permanent tooth eruption chronology. Brazilian Journal of Oral Sciences. 2017:16:3-5. Doi: http://dx.doi.org/10.20396/bjos.v16i1.8650503

21. Pflipsen M, Zenchenko Y. Nutrition for oral health and oral manifestations of poor nutrition and unhealthy habits. Gen Dent. 2017;65(6):36-43. Available from: https:// pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29099364/

Downloads

Published

2025-08-08

How to Cite

Kapugu, T., Khoman, J. A., & Kawengian, S. E. S. (2025). Gambaran Erupsi Molar Satu Permanen Mandibula dan Status Gizi Anak Usia 6 Tahun . E-GiGi, 14(1), 106–111. https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.62648

Issue

Section

Articles