Hubungan antara Pola Konsumsi Ikan Laut dengan Kejadian Karies Gigi pada Remaja

Authors

  • Laurina M. Q. Panda Universitas Sam Ratulangi
  • Vonny N. S. Wowor Universitas Sam Ratulangi
  • Christy N. Mintjelungan Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.63574

Keywords:

pola konsumsi ikan laut; fluor; karies gigi; remaja

Abstract

Abstract: Globally, the prevalence of caries in adolescence shows a fairly high rate, as well as in Indonesia. Dental caries can progressively damage hard tooth tissue in all age groups, including adolescents. One of the efforts to prevent dental caries that can be done is to ensure adequate fluorine intake during the period of tooth growth and development. Fluorine intake through food can be obtained through marine fish. This study aimed to determine the relationship between marine fish consumption pattern and the incidence of caries in adolescents aged 13-15 years at Desa Tateli Weru. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design. Subjects were 101 adolescents aged 13-15 years at Desa Tateli Weru selected by purposive sampling technique. Data were obtained from the frequency of marine fish consumption and examination of dental caries incidence using ICDAS. The results showed that 75% of adolescents had a frequent consumption pattern of eating seafood and did not have dental caries. Statistical analysis using the chi-square correlation test showed that the consumption pattern of marine fish had a significant correlation with dental caries (p=0.004). In conclusion, there is a significant relationship between marine fish consumption patterns and the incidence of dental caries in adolescents at Desa Tateli Weru.

Keywords: marine fish consumption pattern; fluorine; dental caries; adolescents

  

Abstrak: Secara global prevalensi karies pada usia remaja menunjukkan angka yang cukup tinggi, termasuk di Indonesia. Karies gigi dapat merusak jaringan keras gigi secara progresif pada semua kelompok usia, termasuk remaja. Salah satu upaya pencegahan karies gigi yang dapat dilakukan ialah memastikan ketercukupan asupan fluor pada periode pertumbuhan dan perkembangan gigi. Asupan fluor lewat makanan antara lain dapat diperoleh melalui ikan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi ikan laut dengan kejadian karies pada remaja usia 13–15 tahun di Desa Tateli Weru. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ialah 101 remaja usia 13–15 tahun di Desa Tateli Weru yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data penelitian yang diperoleh yaitu data frekuensi konsumsi ikan laut dan data pemeriksaan kejadian karies gigi dengan menggunakan ICDAS. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 75% remaja yang memiliki pola konsumsi makan ikan laut sering, tidak memiliki karies gigi. Uji korelasi chi-square menunjukkan bahwa pola konsumsi ikan laut memiliki korelasi dengan karies gigi (p=0,004). Simpulan penelitian ini nialah terdapat hubungan bermakna antara pola konsumsi ikan laut dengan kejadian karies gigi pada remaja di Desa Tateli Weru.

Kata kunci: pola konsumsi ikan laut; fluor; karies gigi; remaja

Author Biographies

Laurina M. Q. Panda, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Vonny N. S. Wowor, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Christy N. Mintjelungan, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

References

1. World Health Organization. Oral Health. [Internet]. Geneva: World Health Organization. [cited 2023 Okt 28] Available from: https://www.WHO.Int/News-Room/Fact-Sheets/Detail/Oral-Health

2. Tim Riskesdas. Laporan Nasional Riskesdas. Jakarta: 2018. p. 182. Available from: https://repository.badankebijakan. kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf

3. Tim Riskesdas. Laporan Provinsi Sulawesi Utara Riskesdas 2018. Sulawesi Utara: 2018. p. 147 Available from: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3905/1/LAPORAN%20RISKESDAS%20SULAWESI%20UTARA%202018.pdf

4. Kidd E, Bechal S. Essentials of Dental Caries. Sumawinata N, Faruk S, editors. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2013. p. 6-11.

5. Tarigan R. Karies Gigi (2nd ed). Jakarta: EGC; 2014. p. 17-8.

6. Blackwell W. Recent Advances in Trace Elements. United Kingdom: Sons Ltd; 2018. p. 32

7. Iswanto L, Posangi J, Mintjelungan C. Profil status karies pada anak usia 13-15 tahun dan kadar fluor air sumur di daerah pesisir pantai dan daerah pegununungan. e-GiGi. 2016;4(2):115-23. Doi: https://doi.org/ 10.35790/eg.4.2.2016.13649

8. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. 2022. Available from: https://sulut.bps.go.id/

9. Chukwumah NM, Folayan MO, Elizabeth, Umweni AA. Impact of dental caries and its treatment on the quality of life of 12 to 15 year old adolescents in Benin. International J Pediatric Dent. 2016;26(1):66-76. Doi: 10.1111/ipd.12162

10. Hiremath S. Textbook of Public Health Dentistry (3rd ed). India: Elsevier; 2016. p. 158-60.

11. da Silveira Moreira R. Epidemiology of dental caries in the world. Oral Health Care-Pediatric Research, Epidemiology and Clinical Practice. 2012;8:149-68. Doi: 10.5772/31951

12. Farida, Roosita K. Kebiasaan konsumsi ikan laut, tingkat konsumsi, status gizi, dan prestasi belajar siswa Sekolah Dasar di daerah pantai dan bukan pantai. Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman. 2018;2(2):4-11. Doi: 10.20884/1.jgps.2018.2.2.1360

13. Nisa MM, Kurwiyah N. Hubungan konsumsi ikan laut terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir di wilayah RW 003 Kelurahan Cikoneng. Jurnal Muhammadiyah Jakarta. 2020;2(2):5-11. Available from: https://perpus.fikumj.ac.id/index.php?p=fstream&fid=20514&bid=5727

14. Makagingge MH, Mantiri M, Kairupan J. Pemberdayaan masyarakat pesisir dalam meningkatkan kesejahteraan di Desa Mahumu Dua Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Eksekutif. 2018;26(1):8-9 Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jurnaleksekutif/article/view/16592

15. Fadhilah FH, Widjanarko B, Shaluhiyah Z. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan pada anak gizi lebih di Sekolah Menengah Pertama Wilayah Kerja Puskesmas Poncol Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018;6(1):734-44. Doi: https://doi.org/10.14710/jkm.v6i1.20309

16. Yasril AI, Rahmadani W. Hubungan pola makan terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos Kota Padang Panjang tahun 2019. Jurnal Sehat Mandiri. 2020;15(2);33-43. Doi: https://doi.org/10.33761/jsm.v15i2.222

17. Sudihastuti D. Analisis permintaan konsumen rumah tangga terhadap ikan laut segar di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok Jawa Barat [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor; 2008. Doi: https://doi.org/10.30872/jppa.v7i1.42

18. Harald OH, Edward S, Ritter A. Sturdevant’s Art and Science Operative Dentistry (6th ed). Singapore: Elsevier; 2014. p. 530.

19. Aji RN, Larasati R, Mahirawatie IC. Hubungan pola konsumsi ikan dengan karies gigi pada masyarakat pesisir Surabaya. Jurnal Keperawatan. 2017;2(1);9. Available from: https://nersbaya.poltekkesdepkes-sby.ac.id/ index.php/nersbaya

20. Bahry AF. Hubungan pola konsumsi ikan terhadap status karies gigi pada anak usia 12-13 tahun di SMP N 2 Kretek tahun 2019. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2019;9(1):6-9. Available from: https://journal. umy.ac.id/index.php/mm

21. Wirawati V. Hubungan frekuensi konsumsi ikan laut dengan status karies pada remaja usia 12-15 tahun di daerah pesisir [Skripsi]. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman; 2019. Available from: https://dentistry.fk.unsoed.ac.id/node/81

Downloads

Published

2025-09-12

How to Cite

Panda, L. M. Q., Wowor, V. N. S., & Mintjelungan, C. N. (2025). Hubungan antara Pola Konsumsi Ikan Laut dengan Kejadian Karies Gigi pada Remaja . E-GiGi, 14(1), 146–152. https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.63574

Issue

Section

Articles