Hubungan Aktivitas Merokok dan Laju Aliran Saliva pada Nelayan di Kelurahan Makawidey Kota Bitung

Authors

  • Aurelia S. R. Supit Universitas Sam Ratulangi
  • Miracle A. J. Kalebos Universitas Sam Ratulangi
  • Rizka Wahyuni Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.64126

Keywords:

aktivitas merokok; laju aliran saliva; nelayan

Abstract

Abstract: Smoking has become a public health issue with the prevalence of active smokers increasing every year. Saliva is the first biological fluid to come into direct contact with the harmful components of cigarettes. This exposure contributes to changes in the structure and function of saliva, including a decrease in its flow rate, which plays an important role in the development of oral and dental diseases. Fishermen are recorded as the group with the highest percentage of daily active smokers compared to other occupational groups. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design.  Sampling was done using purposive sampling technique, and data were analyzed using the chi-square test. The study measured the number of cigarettes consumed per day using a questionnaire and assessed the salivary flow rate. The results obtained a total of 102 subjects who met the criteria. The highest percentages were obtained in subject age of 46-55 years (47.1%), moderate smokers (42.2%), and low salivary flow rate category (61.8%). Bivariate analysis using the chi-square test showed a p-value of 0.023 (<0.05) indicating a significant relationship. In conclusion, there is a significant relationship between smoking activity and salivary flow rate among fishermen in Makawidey Subdistrict Bitung City.

Keywords: smoking activity; salivary flow rate; fishermen

  

Abstrak: Merokok menjadi persoalan kesehatan publik dengan prevalensi perokok aktif yang semakin meningkat setiap tahunnya. Saliva merupakan cairan biologis pertama yang berkontak langsung dengan komponen berbahaya dari rokok. Paparan ini berkontribusi terhadap perubahan struktur dan fungsi saliva, termasuk penurunan laju alirannya yang memegang peranan penting dalam perkembangan penyakit gigi dan mulut. Nelayan tercatat sebagai kelompok dengan persentase perokok aktif harian tertinggi dibandingkan kelompok pekerjaan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang. Uji statistik menggunakan uji chi-square, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung jumlah rokok yang dikonsumsi dalam sehari menggunakan kuesioner dan pengukuran laju aliran saliva. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 102 subjek yang memenuhi kriteria penelitian ini. Persentase tertinggi didapatkan pada usia subjek 46-55 tahun (47,1%), kategori merokok sedang (42,2%), dan laju aliran saliva kategori rendah (61,8%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p=0,023 (<0,05) yang menunjukkan hubungan  bermakna. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara aktivitas merokok dan laju aliran saliva pada nelayan di Kelurahan Makawidey Kota Bitung.

Kata kunci: aktivitas merokok; laju aliran saliva; nelayan

Author Biographies

Aurelia S. R. Supit, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Miracle A. J. Kalebos, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Rizka Wahyuni, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

References

1. World Health Organization. Tobacco [Internet]. Geneva: WHO; 2023 [cited 2024 Oct 15]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tobacco

2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2021. p. 13-47. Available from: https://drupal. gtssacademy.org/wp-content/uploads/2024/11/GATS_Indonesia_2021_ CountryReport.pdf

3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Provinsi Sulawesi Utara. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. p. 250-65.

4. Rad M, Kakoie S, Brojeni FN, Pourdamghan N. Effect of long-term smoking on wholemouth salivary flow rate and oral health. JODD. 2010;4(4):110-4. Doi: 10.5681/joddd.2010.028.

5. Syukri DM, Suling PL, Mintjelungan CN. Nilai pH saliva pada buruh perokok di Pelabuhan Bitung. e-GiGi. 2018;6(2):96-100. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.6.2.2018.20457

6. Syukriadin M, Asfian P, Munandar S. Studi komparatif pengalihan stres kerja pada nelayan tempat pelelangan ikan (TPI) Torobulu Kec. Laeya dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kec. Abeli Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2016. J Borneo Cendekia. 2019;3(2):40-6. Doi: http://dx.doi.org/ 10.37887/jimkesmas.v1i2.666

7. Jia J, Zhou S, Zhang L, Jiang X. Exploring the influence of paternalistic leadership on voice behavior: a moderated mediation model. Employee Relat. 2020;42(2):542-60. Doi: https://doi.org/10.1108/ER-06-2019-0263

8. Singh M, Ingle NA, Kaur N, Yadav P, Ingle E. Effect of long-term smoking on salivary flow rate and salivary pH. Indian Assoc Public Health Dent. 2016;13(1):180-3. Doi: 10.4103/2319-5932.153549

9. Setyowati DI, Dewi LR, Hernawati S, Triwahyuni IE, Marari SZ. Laju aliran saliva dan insidensi kandidiasis oral pada pasien lansia perokok dan bukan perokok. J Kedokt Gigi Univ Padjadjaran. 2020;32(3):164-9. Doi: https://doi.org/10.24198/jkg.v32i3.28849

10. Kusnadi DM, Herry B, Indradi S. The effect of time differences and hauling duration towards branjang (boat lift net) fishing catch in Karimunjawa waters. J Fish Resour Util Manag Technol. 2018;7(2):11-8. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jfrumt/ article/view/20514

11. Parengkuan E. Produktivitas kerja yang dilihat dari faktor usia dan pengalaman kerja. J Manaj STEI. 2019;2(2):145-53. Available from: https://ejournal.stei.ac.id/index.php/Manajemen STEI/article/view/928

12. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Daerah. Kepolisian Negara Republik Indonesia. 2010

13. Poana PM, Mariati NW, Anindita PS. Gambaran status gingiva pada perokok di Desa Buku Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. e-GiGi. 2015;3(1):223-8. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.3.1.2015.8078

14. Rizkia A, Kusuma P. Pengaruh merokok terhadap kesehatan gigi dan rongga mulut. Maj Kedokt Gigi Unissula. 2022;49(124):12-9. Available from: https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/majalahilmiah sultanagung/ article/view/39

15. Munir M. Gambaran perilaku merokok pada remaja laki-laki. J Kesehat. 2019;12(2):112-9. Doi: https://doi.org/10.24252/kesehatan.v12i2.10553

16. Mufaidah S. Hubungan IMT, usia dan kebiasaan merokok terhadap kejadian hipertensi pada nelayan KUB Pondok Layar. J Community Ment Health Public Policy. 2019;1(2):1-12 Doi: https://doi.org/ 10.51602/cmhp.v1i2.29

17. Yendri L, Nelis S, Alioes Y. Pengaruh merokok terhadap laju aliran saliva. J Kesehat Gigi. 2018;5(2):38-46 Available from: https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jkg/article/view/3860

18. Sawitri H, Maulina F, Aqsa RKD. Karakteristik perilaku merokok mahasiswa. J Averrous. 2020;6(1):78-86. Doi: https://doi.org/10.29103/averrous.v6i1.2663

19. Agustina D, Dewi R, Sari N. Hubungan perilaku merokok dengan kesulitan berhenti merokok pada remaja di RT05/RW04 Kelurahan Kranji Kota Bekasi. J Medika Malahayati. 2023;7(3):821-8. Doi: https://doi.org/10.33024/jmm.v7i3.10751

20. Wakum AY. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa di SMP N 12 Padang tahun 2020 [D3 Tesis]. Padang: Universitas Andalas; 2021.

21. Rahmi Y, Tjahajawati S, Pramesti HT. Salivary secretion and number of facultative anaerobic bacterial colony in female smokers. J Int Dent Med Res. 2020;13(1):175-9. Available from: https://www.jidmr. com/journal/

22. Sudaryanto WT. Hubungan antara derajat merokok aktif, ringan, sedang dan berat dengan kadar saturasi oksigen dalam darah (SpO₂). J Terpadu Ilmu Kesehatan. 2016;6(1):52-61. Doi: https://doi.org/ 10.37341/interest.v6i1.81

23. U.S. Department of Health and Human Services. How tobacco smoke causes disease: the biology and behavioral basis for smoking-attributable disease: a report of the Surgeon General. Atlanta (GA). National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion, Office on Smoking and Health; 2010. p. 13-80.

24. Yordanova M, Shopov N. The effect of smoking on salivary parameters. J Family Med Prim Care Open Acc. 2019;3:134. Doi: 10.29011/2688-7460.100034

25. Bachtiar EW, Putri AC, Bachtiar BM. Salivary nitric oxide, Simplified Oral Hygiene Index, and salivary flow rate in smokers and non-smokers: a cross-sectional study. F1000Res. 2020;8:1744. Doi: 10.12688/f1000research.20099.2

26. Varkey NS, Vas R, Uppala H, Vas NV, Jalihal S, Ankola AV. Dental caries, oral hygiene status and treatment needs of fishermen and non-fishermen population in South Goa, India. Int Marit Health. 2022;73(3):125-32. Doi: 10.5603/IMH.2022.0025

27. Hall JE. Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (12th ed). Philadelphia: Elsevier Saunders; 2011. p. 773-87

Downloads

Published

2025-10-28

How to Cite

Supit, A. S. R., Kalebos, M. A. J., & Wahyuni, R. (2025). Hubungan Aktivitas Merokok dan Laju Aliran Saliva pada Nelayan di Kelurahan Makawidey Kota Bitung. E-GiGi, 14(1), 183–189. https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.64126

Issue

Section

Articles