Gambaran Status Gizi dan Kejadian Karies pada Anak Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Tinumbala Pesisir Kota Bitung
DOI:
https://doi.org/10.35790/eg.v14i1.65758Keywords:
status gizi; kejadian karies; anak usia 24-59 bulanAbstract
Abstract: Age of 24–59 months is a critical early stage in an individual's growth and development. Dental caries in children can cause pain, difficulty in eating, sleep disturbance, and ultimately affect their nutritional status due to disrupted food intake. Children with abnormal nutritional status are at higher risk of health problems, including infectious diseases, growth disorders, and oral health issues such as dental caries. This study aimed to obtain the description of nutritional status and dental caries incidence among children aged 24-59 months. This was a descriptive and observational study with a cross-sectional approach, using purposive sampling on children attending the posyandu (integrated health post) organized by Puskesmas Tinumbala. A total of 87 children were selected based on inclusion and exclusion criteria. The results showed that 34.48% (n=30) of the children were categorized as stunted based on height-for-age (H/A) assessment, and 58.62% (n=51) had dental caries. Of the 30 children with stunted nutritional status, 50% experienced dental caries, and of the 51 children who had dental caries, 29.4% were also classified as stunted. Several factors influenced these conditions, including exclusive breastfeeding, birth weight, parental education and economic level, toothbrushing behavior, and the number of children in the family. In conclusion, half of the children aged 24-59 months experience dental caries, and a part of the children that experience dental caries are categorized as stunted.
Keywords: nutritional status, caries incidence, children
Abstrak: Masa anak usia 24-59 bulan merupakan tahap awal yang krusial dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Karies gigi pada anak dapat menyebabkan rasa nyeri, kesulitan makan, gangguan tidur, dan pada akhirnya memengaruhi status gizi anak karena asupan makanan terganggu. Anak dengan status gizi tidak normal memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan, termasuk penyakit infeksi, gangguan pertumbuhan, dan masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran status gizi dan kejadian karies pada anak. Jenis penelitian ialah observasional deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada anak 24-59 bulan yang menghadiri posyandu yang dilaksanakan oleh Puskesmas Tinumbala. Sampel penelitian berjumlah 87 anak, diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 34,48% (n=30) anak tergolong dalam kategori stunting berdasarkan penilaian status tinggi badan menurut umur (TB/U) dan sebanyak 58,62% (n=51) anak mengalami karies. Dari 30 anak dengan status gizi stunting, sebanyak 50% mengalami karies gigi, dan dari 51 anak yang mengalami karies gigi, sebanyak 29,4% juga tergolong dalam status gizi stunting. Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain pemberian ASI-Eksklusif, berat badan lahir, tingkat pendidikan dan ekonomi orang tua, perilaku menyikat gigi, serta jumlah anak dalam keluarga. Simpulan penelitian ini ialah setengah dari anak usia 24-59 bulan dengan status gizi stunting mengalami karies gigi, dan sebagian anak yang mengalami karies gigi tergolong dalam status gizi stunting.
Kata kunci: status gizi; kejadian karies; anak usia 24-59 bulan
References
1. Ihsa SEF, Pangestuti DR, Asna AF, Lisnawati N. Status gizi dan perkembangan motorik balita usia 24-59 bulan di wilayah pertanian Kabupaten Semarang. Amerta Nutrition. 2024;8(2):199-205. Doi: https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.199-205
2. Tim Riskesdas 2018. Laporan riset kesehatan dasar nasional 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2019.
3. Tim Riskesdas 2018. Laporan riset kesehatan dasar nasional sulawesi utara 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2019.
4. Kemenkes RI. Rencana strategis kementerian kesehatan tahun 2015-2019. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. 2015.
5. Utami DC, Azizah AN. Hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kutasari. J Health Research. 2023;6(1):28-35. Doi: https://doi.org/10.36419/avicenna.v6i1.820
6. Singh S, Talmale P. Impact of dental caries and nutritional status on oral health related quality of life in young Indian adolescents. J Oral Biol Craniofac Res. 2023;13(1):506-10. Doi: https://doi.org/ 10.1016/j.jobcr.2023.05.002
7. Sohorah S. Buku Ajar Penentuan Status Gizi (Edisi 1). Jawa Tengah: Nasya Expanding Management; 2024.
8. WHO. Stunting in a nutshell. World Health Organization [Internet]. 2023 [cited 2025 Jun 3]. Available from: https://www-who-int.translate.goog/news/item/stunting-in-a-nutshell.
9. WHO. Level and trend in child malnutrition. World Health Organization [Internet]. 2023 [cited 2024 Des 2]. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789240073791
10. Kemenkes RI. Stunting di Indonesia dan faktor determinan. Laporan Tematik Survei Kesehatan Indonesia (SKI). 2023.
11. TPPS Sulut. Laporan semester II penyelenggaraan percepatan penurunan stunting. Tim Percepatan Penurunan Stunting Sulawesi Utara. 2022.
12. Setiawati E, Yusriani, Sumiaty. Hubungan pendidikan ibu balita dengan kejadian stunting di Puskesmas Marusu Kabupaten Maros. J Aafiyah Health Research. 2025;6(1):27-33. Doi: https://doi.org/10.52103/jahr.v6i1.1905
13. Lemaking VB, Manimalai M, Djogo HMA. Hubungan pekerjaan ayah, pendidikan ibu, pola asuh, dan jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. J Ilmu Gizi Indonesia. 2022;5(2):123-32. Doi: https://doi.org/10.35842/ilgi.v5i2.254
14. Utami MT, Widiyaningsih EN. Status berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sukadadi, Lampung. J Ilmu Gizi Indonesia. 2023;6(2):95-104. Doi: https://doi.org/10.35842/ilgi.v6i2.352
15. Pratama FI, Mayulu N, Kawengian SES. Hubungan air susu ibu (ASI) eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta di Kota Manado. eBiomedik. 2019;7(2):156-60. Doi: https://doi.org/10.35790/ebm.v7i2.26873
16. Issadikin DT. Hubungan jumlah anak dalam keluarga dengan status gizi pada balita di Desa Pandansari Kecamatan Seduro Kabupaten Lumajang. J Community Health Nursing. 2023;1(1):1-16. Doi: https://doi.org/10.47134/cmhn.v1i1.2
17. Wahyuningsih, Manampiring AE, Mandey SL. Hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan orang tua terhadap karies gigi pada anak tk al-islah Desa Tiley Kecamatan Morotai Selatan Barat. J Kesmas. 2024; 8(2):2766-72. Doi: https://doi.org /10.31004/prepotif.v8i2.5807
18. Paramita IS, Atasasih H, Rahayu D. Buku Penilaian Status Gizi Antropometri pada Balita. Pallantikang Maros Baru: Salnesia; 2024. Doi: https://doi.org/10.36590/penerbit.salnesia
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pebrian B. Mongi, Christy N. Mintjelungan, Wulan G. Parengkuan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).



