Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Status Kebersihan Gigi dan Mulut Masyarakat Pesisir

Authors

  • Hestia E. Utomo Universitas Sam Ratulangi
  • Ni Wayan Mariati Universitas Sam Ratulangi
  • Christy N. Mintjelungan Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/eg.v14i2.65759

Keywords:

tingkat pendidikan; status kebersihan gigi dan mulut; masyarakat pesisir

Abstract

Abstract: Low knowledge, awareness, and behavior in maintaining dental and oral hygiene are influenced by various things such as environmental condition, education level, knowledge, economic condition, prevailing habits or culture, and access to health services. This study aimed to determine whether there was an influence of education level on dental and oral hygiene status of the coastal community of Maen Village, East Likupang. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Data were analyzed using univariate analysis with percentages and bivariate analysis with ordinal regression. The results obtained 56 people of coastal communities of Maen Village as respondents. The majority had a high level of education (n=25; 44.6%), and moderate dental and oral hygiene status (OHI-S) (n​​=27; 48,2%). The subjects were dominated by those who had high level of education with moderate dental and oral hygiene status (n=17; 68.0%). Bivariate analysis using the ordinal regression test obtained a significant effect. In conclusion, level of education has a significant effect on dental and oral hygiene status of the coastal community of Maen Village, East Likupang District.

Keywords: education level; dental and oral hygiene status; coastal community

  

Abstrak: Rendahnya pengetahuan, kesadaran, dan perilaku dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut dipengaruhi berbagai hal seperti kondisi lingkungan, tingkat pendidikan, pengetahuan, kondisi ekonomi, kebiasaan atau budaya yang berlaku, serta akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan terhadap status kebersihan gigi dan mulut masyarakat pesisir Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Data dianalisis menggunakan secara univariat untuk melihat distribusi data berdasarkan persentase serta analisis bivariat untuk melihat pengaruh menggunakan regresi ordinal. Hasil pnelitian mendapatkan 56 orang masyarakat pesisir Desa Maen sebagai responden penelitian. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan terakhir menengah (n=25; 44,6%), dan status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) kondisi sedang (n=27; 48,2%). Responden penelitian didominasi memiliki tingkat pendidikan terakhir menengah dengan status kebersihan gigi dan mulut sedang (n=17; 68,0%). Analisis bivariat menggunakan uji regresi ordinal menunjukkan pengaruh bermakna. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pendidikan berpengaruh bermakna terhadap status kebersihan gigi dan mulut masyarakat pesisir Desa Maen Kecamatan Likupang Timur.

Kata kunci: tingkat pendidikan; status kebersihan gigi dan mulut; masyarakat pesisir

Author Biographies

Hestia E. Utomo, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Ni Wayan Mariati, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Christy N. Mintjelungan, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

References

1. Angki J, Dwiasrianti WO. Overview of OHI-S status and toothbrushing knowledge In Baubau City pioneer batalyon B police, Southeast Sulawesi. Media Kesehatan Gigi. 2024;23(2):50−5. Doi: https://doi.org/10.32382/mkg.v23i2.1244

2. Basuni C, Putri DK. Gambaran indeks kebersihan mulut berdasarkan tingkat pendidikan masyarakat di Desa Guntung Ujung Kabupaten Banjar. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi. 2015;2(1):18−23. Available from: https://fkg.ulm.ac.id/id/

3. WHO (World Health Organization). World Health Organization. Global oral health status report: towards universal health coverage for oral health by 2030. 1th ed. Geneva: World Health Organization; 2022:30−6. Available from: https://iris.who.int/handle/10665/364538

4. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan nasional riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019. p. 195−6. Available from: https://repository. badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514

5. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Provinsi Sulawesi Utara riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019. p. 158−9. Available from: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/39056

6. Website Resmi Desa Maen Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara [Internet]. Website Resmi Desa Maen; 2024. [cited 2024 Des 13]. Available from: https://maen.rdesa.net/index.php/data-statistik/pendidikan-dalam-kk

7. Noble LS. Clinical Textbook of Dental Hygiene and Therapy (2nd ed). UK: John Wiley & Sons; 2012. p. 125. Available from: https://books.google.co.id/books?id=ZGNl0QEACAAJ

8. Putri MH, Herijulianti E, Nurjannah N. Ilmu pencegahan penyakit jaringan keras dan jaringan pendukung gigi (25th ed). Jakarta: EGC; 2010. p. 95−9. Available from: https://egcmedbooks.com/ebook

9. Bathla S. Periodontics Revisited (1st ed). New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers; 2012. p. 50−1. Doi: 10.5005/jp/books/11320

10. Nayoan GS, Pangemanan DH, Mintjelungan CN. Status kebersihan gigi dan mulut pada nelayan di Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado Sulawesi Utara. e-GiGi. 2015;3(2):495−501. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.3.2.2015.10014

11. Obi AL, Eluama MS. Identification of oral health of pregnant women in trimester I in Kupang City Health Center. Journal of Dental Hygiene and Therapy. 2022;3(2):68−73. Doi: 10.36082/jdht.v3i2.738

12. Dharmawati IG. Hubungan tingkat pendidikan, umur, dan masa kerja dengan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada guru penjaskes SD di Kecamatan Tampak Siring Gianyar. Jurnal Kesehatan Gigi (Dental Health Journal). 2016;4(1):1−5. Doi: https://doi.org/10.33992/jkg.v4i1.500

13. Adriansyah M, Saputri D, Rahmayani L. Pengaruh tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap oral hygiene pada ibu hamil di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Journal Caninus Dentistry. 2017;2(2):84−91. Available from: https://jim.usk.ac.id/JCD/article/view/3412

14. Bariyah I, Rahayu D, Karyus A, Noviansyah N, Budiati E. Analisis faktor yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada. 2024;13(1):34−48. Doi: https://doi.org/10.33475/ jikmh.v13i1.353

Downloads

Published

2026-01-18

How to Cite

Utomo, H. E., Mariati, N. W., & Mintjelungan, C. N. (2026). Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Status Kebersihan Gigi dan Mulut Masyarakat Pesisir . E-GiGi, 14(2), 312–317. https://doi.org/10.35790/eg.v14i2.65759

Issue

Section

Articles