Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus

Authors

  • Meyke Widyaningrum Universitas Sam Ratulangi
  • Damajanty H. C. Pangemanan Universitas Sam Ratulangi
  • Christy N. Mintjelungan Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/eg.v14i2.66070

Keywords:

Staphylococcus aureus; daun ketapang; daya hambat

Abstract

Abstract: Staphylococcus aureus belongs to the normal flora in the human body, however, it can become pathogenic when mucosal surfaces are subjected to trauma or abrasion. The ketapang plant (Terminalia catappa L.) contains antibacterial compounds such as flavonoids. This study aimed to identify the inhibitory effect of ketapang leaf extract on the growth of Staphylococcus aureus. The disk diffusion method was used for the antibacterial assay. Ketapang leaf samples were collected from Sindulang 2 area in Manado, macerated for three days, and prepared into extract concentrations of 70%, 80%, 90%, and 100%; each tested in four replications. The Staphylococcus aureus strain used was obtained from the culture collection of the Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Sam Ratulangi, Manado. The concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% demonstrated antibacterial activity. The highest mean inhibition zone was observed at the 100% concentration with a diameter of 12.46 mm, while the lowest was at 70% with a diameter of 10.63 mm. The results indicate that ketapang leaf extract possesses inhibitory activity against the growth of Staphylococcus aureus, with higher concentrations producing larger zones of inhibition.

Keywords: Staphylococcus aureus; ketapang leaves; inhibitory activity

  

Abstrak: Staphylococcus aureus merupakan flora normal di tubuh manusia, tetapi dapat berubah menjadi patogen saat permukaan mukosa terkena trauma atau abrasi. Tanaman daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki senyawa antibakteri seperti flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan ekstrak daun ketapang dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian ini menggunakan metode difusi cakram. Sampel daun ketapang diambil dari daerah Sindulang 2, Manado yang dimaserasi selama tiga hari dan dibuat menjadi konsentrasi 70%, 80%, 90%, dan 100% dengan empat kali pengulangan. Bakteri Staphylococcus aureus yang digunakan merupakan biakan Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil pengujian konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%  menunjukkan aktivitas antibakteri. Rerata diameter terbesar terdapat pada konsentrasi 100% dengan nilai 12,46 mm dan rerata terkecil pada konsentrasi 70% dengan nilai 10,63 mm. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun ketapang memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Semakin tinggi konsentrasi, semakin besar zona hambat yang terbentuk.

Kata kunci: Staphylococcus aureus; daun ketapang; daya hambat

Author Biographies

Meyke Widyaningrum, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Damajanty H. C. Pangemanan, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Christy N. Mintjelungan, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

References

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Survei Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta, Indonesia: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2024. p. 317–39.

2. Prila NP, Mu’arofah B, Imasari T, Santoso K. Deteksi bakteri Staphylococcus Sp. pada swab rongga mulut mahasiswa D3 TLM IIK Bhakti Wiyata Kediri yang memakai kawat gigi. Jurnal Sintesis Penelitian Sains Terapan dan Analisisnya. 2023;4(1):9–15. Doi: https://doi.org/10.56399/jst.v4i1.82

3. Campos J, Pires MF, Sousa M, Campos C, Alves da Costa CFF, Sampaio-Maia B. Unveiling the relevance of the oral cavity as a Staphylococcus aureus colonization site and potential source of antimicrobial resistance. Pathogens. 2023;12(6):765. Doi: https://doi.org/10.3390/pathogens 12060765

4. Garbacz K, Jarzembowski T, Kwapisz E, Daca A, Witkowski J. Do the oral Staphylococcus aureus strains from denture wearers have a greater pathogenicity potential. Journal of Oral Microbiology. 2018;11(1):2–4. Doi: https://doi.org/10.1080/20002297.2018.1536193

5. Arbhi T, Afrina, Dewa J. Konsentrasi hambat dan bunuh minuman formula hidrogel ekstrak daun tin (Ficus carica) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Cakradonya Dental Journal. 2021;13(1):22–31. Doi: https://doi.org/10.24815 /cdj.v13i.20915

6. Bintari. Gambaran Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) pada saliva perokok tembakau. Prosiding Semnas Biologi. 2021;9:105–10.

7. Santosaningsih D, Santoso S, Setijowati N, Rasyid HA, Budayanti NS, Suata K, et al. Prevalence and characterisation of Staphylococcus aureus causing community-acquired skin and soft tissue infections on Java and Bali, Indonesia. Trop. Med. Int. Health. 2018;23(1):34–44. Doi: https://doi.org/10.1111/tmi.13000

8. Vagestini LMAS, Kawuri R, Defiani MR. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia catappa L.) merah dan cokelat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metamorfosa. 2022;10(1):159–65. Doi: https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2023. v10.i01.p17

9. Davies KM. Plant Pigments and Their Manipulation. Oxford: Blackwell; 2004. p. 7–10.

10. Samaranayake L. Essential Microbiology for Dentistry (5th ed). London: Elsevier; 2018. p. 126–8.

11. Putriani K, Sari K, Sugara B. Aktivitas antibakteri ekstrak daun ketapang (Terminalia Catappa L.) terhadap Staphylococcus aureus. Innovative. 2024;4(1):4178–87. Available from: https://j-innovative.org/index. php/Innovative

12. Fadhilah A. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang gugur (Terminalia catappa L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode Kirby-Bauer [Skripsi]. Semarang: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Walisongo; 2020. p. 31–8.

13. Riwanti P, Izazih F, Amaliyah A. Pengaruh perbedaan konsentrasi etanol pada kadar flavonoid total ekstrak etanol 50,70 dan 96% Sargassum polycystum dari Madura. Journal of Pharmaceutical-Care Anwar Medika. 2018;2(2):35–48. Doi: http://dx.doi.org/10.36932/jpcam.v2i2.1

14. Klahs PC, McMurchie EK, Nikkel JJ, Clark LG. A maceration technique for soft plant tissue without hazardous chemicals. Applications in Plant Sciences. 2023;11(5). Doi: https://doi.org/10.1002/aps3.11543

15. Putri RM, Rasyidah, Mayasari U. Uji efektivitas antibakteri ekstrak daun ketapang (Terminalia cattapa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Vibrio cholera dan Streptococcus viridians. Best Journal. 2023;6(2):320.

16. Tampemawa PV, Pelealu JJ, Kandou F. Uji efektivitas ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap bakteri Bacillus amyloliquefaciens. PHA. 2016;5(1).316. Doi: https://doi.org/10.35799/pha.5.2016.11324

17. Nugroho A, Andasari S Deti. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Cerata Jurnal Ilmu Farmasi. 2019;10(2):56–60. Doi: https://doi.org/10.61902/cerata.v10i2.78

18. Balouiri M, Sadiki M, Ibnsouda SK. Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity: a review. J Pharm Anal. 2016;6(2):71–79. Doi: https://doi.org/10.1016/j.jpha.2015. 11.005

Downloads

Published

2026-04-02

How to Cite

Widyaningrum, M., Pangemanan, D. H. C., & Mintjelungan, C. N. (2026). Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. E-GiGi, 14(2), 390–395. https://doi.org/10.35790/eg.v14i2.66070

Issue

Section

Articles