Pengaruh Mendengarkan Musik Ambient Terhadap Kecemasan Pasien Ekstraksi Gigi

Authors

  • Elaine S. A. Wanok Universitas Sam Ratulangi
  • Vonny N. S. Wowor Universitas Sam Ratulangi
  • Crista G. Sekeon Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/eg.v14i2.66071

Keywords:

ekstraksi gigi; kecemasan dental; musik ambient

Abstract

Abstract: Tooth extraction is one of the dental procedures which can cause dental anxiety. Dental anxiety can be managed with non-pharmacological interventions such as ambient music. This study aimed to determine the effect of listening to ambient music on patients' anxiety during tooth extraction procedures. This was a true experimental study. Respondents were 30 patients at Tuminting Health Center in Manado, aged 18–59 years, consisting of nine patients who had never undergone tooth extraction and 21 patients who had previously undergone tooth extraction, selected using purposive sampling according to inclusion criteria. Among respondents who had never undergone tooth extraction, the first measurement showed that 44.44% were in low anxiety category, 55.55% in the second measurement, and 66.67% in the third measurement. For moderate anxiety category, the first measurement showed 55.55%, the second measurement 44.44%, and the third measurement 33.33%. Among respondents who had undergone tooth extraction, the first measurement showed low anxiety category was 28.57%, the second measurement was 42.86%, and the third measurement was 28.57%. The moderate anxiety category was 57.14% in the first measurement, 42.86% in the second measurement, and 71.43% in the third measurement. For the high anxiety category, the first and second measurements were 14.28%, and the third measurement was 0%. The Friedman test results showed significant differences in anxiety levels before, during, and after the intervention of ambient music, with an Asymp. Sig. value of 0.001 (<0.05). In conclusion, listening to ambient music effectively reduces anxiety in patients undergoing tooth extraction.

Keywords: dental extraction; dental anxiety; ambient music

  

Abstrak: Ekstraksi gigi merupakan salah satu perawatan yang dapat menyebabkan kecemasan dental. Kecemasan dental dapat ditangani dengan intervensi nonfarmakologis seperti menggunakan musik ambient. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mendengarkan musik ambient terhadap kecemasan pasien saat tindakan ekstraksi gigi. Jenis penelitian ini true experimental. Sampel penelitian berusia 18–59 tahun berjumlah 30 orang pasien di Puskesmas Tuminting Kota Manado, terdiri atas sembilan pasien yang belum pernah menjalani tindakan ekstraksi gigi dan 21 pasien yang sudah pernah menjalani tindakan ekstraksi gigi, diambil dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pada responden yang belum pernah ekstraksi gigi, hasil pengukuran pertama mendapatkan kategori cemas rendah sebesar 44,44%, pengukuran kedua 55,55%, dan pengukuran ketiga 66,67%. Untuk kategori cemas sedang pada pengukuran pertama 55,55%, pengukuran kedua 44,44%, dan pengukuran ketiga 33,33%. Pada responden yang sudah pernah ekstraksi gigi, hasil pengukuran pertama mendapatkan kategori cemas rendah sebesar 28,57%, pengukuran kedua 42,86%, dan pengukuran ketiga  28,57%. Untuk kategori cemas sedang, pengukuran pertama 57,14%, pengukuran kedua 42,86%, pengukuran ketiga 71,43%, sedangkan untuk kategori cemas tinggi, pengukuran pertama dan kedua 14,28% dan pengukuran ketiga 0%. Hasil uji Friedman menunjukkan perbedaan hasil sebelum, saat, dan setelah intervensi menggunakan musik ambient dengan nilai Asymp. Sig. 0,001 (<0,05). Simpulan penelitian ini ialah mendengarkan musik ambient berpengaruh menurunkan kecemasan pasien ekstraksi gigi.

Kata kunci: ekstraksi gigi; kecemasan dental; musik ambient

Author Biographies

Elaine S. A. Wanok, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi,   Manado, Indonesia

Vonny N. S. Wowor, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi,   Manado, Indonesia

Crista G. Sekeon, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi,   Manado, Indonesia

References

1. Global Oral Health Status Report: Towards Universal Health Coverage for Oral Health by 2030 (1st ed). Geneva: World Health Organization; 2022. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789240061484

2. Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan, Republik Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019. Available from: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/ id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf.

3. Laporan Provinsi Sulawesi Utara RISKESDAS 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan, Republik Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019. Available from: https://repository.badankebijakan. kemkes.go.id/id/eprint/3905/1/LAPORAN%20RISKESDAS%20SULAWESI%20UTARA%202018.pdf

4. Kent GG, Blinkhorn AS, Juwono L, Budiman JA. Pengelolaan Tingkah Laku Pasien pada Praktik Dokter Gigi (The Psychology of Dental Care) (2nd ed). Jakarta: EGC; 2005.

5. Yahya NB, Leman MA, Hutagalung BSP. Gambaran kecemasan pasien ekstraksi gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unsrat. Pharmacon. 2016;5(1):39-44. Doi: https://doi.org/10.35799/pha.5.2016.11222

6. Damayanti A, Purwaningsih EAM. Kecemasan Siswa Kelas 1-4 SD terhadap tindakan pencabutan gigi SDN Sedatigede 2 Sidoarjo tahun 2022. IJOHM. 2022;2(3):375–80. Available from: https://ijohm.rcipublisher.org/index.php/ijohm/article/view/142.

7. Muneer MU, Ismail F, Munir N, Shakoor A, Das G, Ahmed AR, et al. Dental anxiety and influencing factors in adults. Healthcare. 2022;10(12):2352. Doi: https:// doi.org/10.3390/healthcare10122352

8. Wijaya M. Hubungan tingkat pengetahuan tindakan ekstraksi gigi dengan kecemasan pasien. Jurnal Siti Rufaidah. 2024;2(2):22-7. Available from: https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/ denthalib/article/view/37

9. Seprian D, Hidayah N, Masmuri M. Penurunan stres akademik dengan terapi musik instrumental frekuensi 432 Hertz pada mahasiswa keperawatan Kota Pontianak: Studi Quasy Experimental. Mal Nurse J. 2023;5(10):3462–71. Available from: https:// journal.fkg. umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/37

10. Fragiskos FD. Bedah Mulut (1st ed). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG; 2022.

11. Yunizar VR, Juliawati M, Andayani LH. Pengaruh musik instrumental terhadap kecemasan pasien pada tindakan perawatan gigi dan mulut. e-GiGi. 2023;12(2):192–8. Available from https://ejournal.unsrat.ac.id/ v3/index.php/egigi/article/view/50562

12. Zulkarnain VH, Istiarini CH, Setyowati A. Studi Kasus: Efektivitas terapi musik terhadap tingkat kecemasan pasien infark miokard akut di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. SBY Proceedings. 2024;3(2):167–78. Available from: https://Jurnal.Stikesbethesda.Ac. Id/Index. Php/P/Article/View/474/336

13. Laksono AYI, Sarjana W, Hadiati T. Pengaruh pemberian musik ber-genre ambient terhadap kualitas tidur. JKD. 2018;7(1):11–25. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/ index.php/medico/article/view/19337/18343

14. Kadek KCD, Putu IA, Valentina TD. Faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan dental pasien usia dewasa muda sebelum tindakan perawatan gigi di Puskesmas II Denpasar Barat. BDJ. 2018;2(2):82–7. Available from: https://balidentaljournal.org/index.php/bdj/article/view/113

15. Aulia RK, Wulandari RW, Rahmasari S, Fitri H, Arini M, Putra AR. Hubungan tingkat kecemasan dental dengan jenis kelamin pada pasien ekstraksi gigi di RSGM Universitas Andalas. Andalas Dental Journal. 2024;12(1):23-34. Doi: https://doi.org/10.25077/adj.v12i1.279

Downloads

Published

2026-04-17

How to Cite

Wanok, E. S. A., Wowor, V. N. S., & Sekeon, C. G. (2026). Pengaruh Mendengarkan Musik Ambient Terhadap Kecemasan Pasien Ekstraksi Gigi . E-GiGi, 14(2), 408–414. https://doi.org/10.35790/eg.v14i2.66071

Issue

Section

Articles