Hubungan antara Konsumsi Ikan Laut dengan Status Karies Gigi pada Anak Usia 10-12 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.35790/eg.v14i2.66072Keywords:
konsumsi ikan laut; karies gigi; anak usia sekolahAbstract
Abstract: Dental caries is one of the most common oral health problem among children and serves as an important indicator in assessing oral and dental health. One of the factors that plays a role in preventing caries is fluoride intake, which can be obtained from food sources such as marine fish. Coastal areas like Munte Village have high access to marine fish; however, a high prevalence of dental caries is still found among school-aged children. This has prompted research on the relationship between marine fish consumption and dental caries status. This study aimed to determine the relationship between marine fish consumption and dental caries status in children aged 10–12 years at SD Negeri Munte, Likupang Barat. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design. Data were collected through a questionnaire on marine fish consumption frequency and dental caries examination using the DMF-T index. Data analysis was conducted using the Spearman Rank test. The results obtained 61 students as subjects selected using total sampling technique. The majority of subjects reported very frequent consumption of marine fish (63.93%) and had dental caries status in the moderate category (40.98%) with an average DMF-T index of 3.3. The Spearman test showed a p-value of 0.003 and a correlation coefficient of -0.371, indicating a significant and inverse relationship between marine fish consumption and dental caries status. In conclusion, there is a significant relationship between marine fish consumption and dental caries status in children aged 10–12 years at SD Negeri Munte, Likupang.
Keywords: marine fish consumption; dental caries; school-aged children
Abstrak: Karies gigi termasuk salah satu masalah kesehatan gigi yang paling umum ditemukan pada anak-anak dan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan gigi dan mulut. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam mencegah terjadinya karies yaitu asupan fluor yang dapat diperoleh dari makanan, seperti ikan laut. Daerah pesisir seperti Desa Munte memiliki akses tinggi terhadap ikan laut, namun masih ditemukan kasus karies gigi yang cukup tinggi pada anak usia sekolah. Hal ini mendorong dilakukannya penelitian mengenai hubungan konsumsi ikan laut dengan status karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk engetahui hubungan antara konsumsi ikan laut dengan status karies gigi pada anak usia 10–12 tahun di SD Negeri Munte, Likupang Barat. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi konsumsi ikan laut dan pemeriksaan status karies menggunakan indeks DMF-T. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian mendapatkan 61 siswa sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui teknik total sampling. Mayoritas subjek penelitian memiliki frekuensi konsumsi ikan laut yang sangat sering (63,93%) dan status karies gigi dalam kategori sedang (40,98%) dengan nilai rerata indeks DMF-T sebesar 3,3. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p=0,003 dan koefisien korelasi -0,371 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna dan berbanding terbalik antara konsumsi ikan laut dan status karies gigi. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara konsumsi ikan laut dengan status karies gigi pada anak usia 10-12 tahun di SD Negeri Munte Likupang.
Kata kunci: konsumsi ikan laut; karies gigi; anak usia sekolah
References
1. Irwan. Etika dan Perilaku Kesehatan. Yogyakarta: Absolute Media; 2017. p. 24-5.
2. Khulwani QW, Nasia AA, Nugraheni A. Hubungan Pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan gigi dan mulut terhadap status karies siswa SMP Negeri 1 Selogiri, Wonogiri. e-Gigi 2021;9(1):41-4. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.9.1.2021.32570
3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kemenkes RI;2018. p. 181-207, 326.
4. World Health Organization. Oral health. 2022 [cited 2025 Jun 10]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/oral-health
5. World Health Organization. Water Fluoridation for the Prevention of Dental Caries. Geneva: WHO; 2019. Doi: 10.1002/14651858.CD010856.pub2
6. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. Produksi dan nilai produksi perikanan tangkap di laut menurut kabupaten/kota dan komoditas utama di Provinsi Sulawesi Utara, 2022. [cited 2024 Nov 20]. Available from: https://sulut.bps.go.id
7. Profil Wilayah Desa Munte Kecamatan Likupang Barat. Munte Likupang Barat. [cited 2024 Dec 5]. Available from: https://muntelikupangbarat.wordpress.com/profil-profil-wilayah/
8. Al Hamed M, Almaki F, Alselami A, Alotaibi T, Elkwatehy W, Effect of different remineralizing agents on the initial cautious lesions- a comparative study. Saudi Dent J. 2020;32(8):390-5. Doi: https://doi.org/10.1016/j.sdent.j.2019.11.001
9. Rosa A. Karies gigi: Perspektif Terkini Aspek Biologis, Klinis, dan Komunitas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2021. p. 1–7.
10. Putri GS, Zakaria MN. Ikan teri (Stolephorus spp.) sebagai bahan pencegah gigi berlubang. Medika Kartika. 2018;1(1):91–102. Doi: https://doi.org/10.35990/mk.SE.PIT.X.p90-101
11. Daroyani DI, Yusasrini NLA, Sugitha IM. Pengaruh perbandingan ikan tuna (Thunnus sp.) dengan puree jantung pisang (Musa paradisiaca sp.) terhadap karakteristik nugget. Itepa: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan. 2022;11(2):322–30. Available from:file:///C:/Users/user/Downloads/89898-553-294228-1-10-20220727%20(1).pdf
12. Ten Cate JM. Contemporary perspective on the use of fluoride products in caries prevention. Br Dent J. 2013;214(4):161-7. Doi: https://doi.org/10.1038/sj.bdj.2013.162
13. Fitriyanti A, Susilowati A, Darjono. Perbedaan pola konsumsi ikan dan status kesehatan gigi dan mulut pada anak usia 7–12 tahun di daerah pesisir vs non pesisir Kabupaten Jepara. Odonto. 2014;1(1):6–10. Doi: https://doi.org/10.30659/odj.1.1.6-10
14. Septiarsih NT, Hadi S, Hidayati S. Hubungan pola konsumsi ikan laut dengan karies gigi pada nelayan di Pelabuhan Perikanan Pasongsongan tahun 2020. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi. 2020;1(3):23–30. Doi: https://doi.org/10.37160/jikg.v1i3.545
15. Christiono S, Seno P, Sudiana IK. The effect of saltwater fish consumption by female house mice (Mus musculus) on the increasing teeth enamel density of their pups: MicroCT analysis. Contents of JIDMR. 2019;12(3):1-7. Available from: https://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2019/10/18D18713 Seno Pradopo.pdf
16. Fejerskov O, Nyvad B. Dental Caries: The Disease and Its Clinical Management (4th ed). Willey-Blackwell. 2019. p. 74-88.
17. Tarigan R. Karies gigi (2nd ed). Jakarta: EGC; 2014. p. 211-68.
18. Sukmana BI. Gambaran karies dengan menggunakan DMF T pada masyarakat pesisir pantai Kelurahan Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Dentino J Ked Gigi. 2016;1(2):182–5. Doi: https://doi.org/10.20527/dentino.v1i2.570
19. Maharani DA. The influence of parental education and socioeconomic status on dental caries among children in Indonesia. Int J Paediatr Dent. 2017;27(4):317-26. Doi: https://doi.org/10.1186/s12903-017-0358-5
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Keysha A. Karamoy, Shirley E. S. Kawengian, Christy N. Mintjelungan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).



