Faktor-Faktor Penghambat Kunjungan Masyarakat Desa ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
DOI:
https://doi.org/10.35790/eg.v14i2.66107Keywords:
faktor penghambat; kunjungan masyarakat; fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulutAbstract
Abstract: The low rate of community visits to dental healthcare facilities is a significant public health concern, particularly in areas with high prevalence of dental problems. The gap between the need for treatment and the low utilization of services highlights the existence of problems that must be identified and addressed to ensure optimal access to dental healthcare for the community. This study aimed to identify the factors that hinder community visits to public health centers in accessing dental and oral healthcare services, particularly in areas with low visitation rates such as Desa Maen. This was a descriptive study with a cross-sectional approach, involving 88 respondents selected using the stratified proportional random sampling method. Data were collected using a checklist and analyzed descriptively. The factors hindering community visits to dental and oral healthcare facilities in Desa Maen included healthcare service factors (62.5%), economic factors (54.5%), knowledge-related factors (52.3%), geographical factors (47.7%), transportation factors (28.4%), and the lowest factor being other reasons (17.05%). In conclusion, healthcare service, economic, knowledge, geographical, transportation, and time factors are the main hindrances to community visits to dental and oral healthcare facilities at Desa Maen. Among these, the quality and availability of healthcare services represent the most significant hindrance.
Keywords: hindering factors; community visit; dental healthcare facilities
Abstrak: Rendahnya kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang penting, terutama di wilayah dengan prevalensi masalah gigi dan mulut yang tinggi. Ketimpangan antara kebutuhan perawatan dan rendahnya pemanfaatan layanan menunjukkan adanya masalah yang perlu diidentifikasi dan diatasi agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan gigi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat kunjungan masyarakat ke puskesmas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, terutama daerah dengan angka kunjungan yang rendah seperti Desa Maen. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Responden ialah 88 anggota masyarakat Desa Maen, diambil berdasarkan metode stratified proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan daftar tilik dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan faktor-faktor penghambat kunjungan masyarakat Desa Maen ke fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut, yaitu faktor pelayanan kesehatan (62,5%), faktor ekonomi (54,5%), faktor pengetahuan (52,3%), faktor geografis (47,7%), faktor transportasi (28,4%), dan yang paling rendah yakni faktor waktu (17,05%). Simpulan penelitian ini ialah pelayanan kesehatan, ekonomi, pengetahuan, geografis, transportasi, dan waktu merupakan faktor penghambat kunjungan masyarakat Desa Maen ke fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan kesehatan ialah faktor penghambat terbesar kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Kata kunci: faktor penghambat; kunjungan masyarakat; fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut
References
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes tingkatkan layanan kesehatan gigi dan mulut yang aman dari penularan COVID-19 [Internet]. Sehat negeriku. 2021 Sep 12 [cited 2024 Nov 21]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20210912/3338465
2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan nasional riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019:195−6. Available from: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514
3. Susilawati S, Azzahra D. Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan di wilayah pesisir. Zahra: Journal of Health and Medical Research. 2023;3(3):267-72. Available from: https://adisampublisher.org/index.php/aisha/article/view/366
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pentingnya pemeriksaan gigi dan mulut 6 bulan sekali [Internet]. Ayo Sehat. 2016 Sep 23 [cited 2025 Jun 2]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/pentingnya-pemeriksaan-gigi-dan-mulut-6-bulan- sekali
5. Laksono AD, Mubasyiroh R, Laksmiarti R, Suharmiati EN, Sukoco NE. Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia. Yogyakarta: PT Kanisius; 2016. Available from: https://www.researchgate.net/publication/326439465
6. Jalias SJF, Arman, Idris FP. Pengaruh mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap minat kembali pasien melalui tingkat kepuasan di Puskesmas Tamalate Makassar 2020. Journal of Muslim Community Health. 2020;1(2):37–49. Available from: http://repository.umi.ac.id/id/eprint/1092
7. Agustina S. Persepsi sakit, pengetahuan dan kepuasan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development). 2019;3(2), 274-85. Doi: https://doi.org/10.15294/higeia.v3i2.24089
8. Parasuraman A, Zeithaml VA, Berry LL. Delivering quality service: balancing customer perceptions and expectations. New York: Free Press; 1990. Available from: https://archive.org/details/deliveringqualit00zeit
9. Istiqomah A, Jayanti IP, Wijayanti R, Hidayatullah F, Oktadewi FD. Telaah artikel: Implementasi sistem pembayaran kapitasi pada Jaminan Kesehatan Nasional sebagai strategi dalam mengatasi kesenjangan pelayanan kesehatan. Stomatognatic. 2023;20(1):24–31. Doi: https://doi.org/10.19184/stoma.v20i1.38596
10. Fatimah S, Indrawati F. Faktor pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas. Higeia J Public Health Res Dev. 2019;3(1):1–10. Doi: https://doi.org/10.15294/higeia.v3i1.24747
11. Akbar FH, Pasinringi S, Awang AH. Relationship between health service access to dental conditions in urban and rural areas in Indonesia. Pesqui Bras Odontopediatria Clin Integr. 2019;19(1):1–7. Doi: https://doi.org/10.4034/PBOCI.2019.191.83
12. Su’udi A, Hendarwan H. Pemanfaatan pelayanan kesehatan sasaran program Jaminan Tabalong Sehat di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. J Peneliti Pengembang Pelayanan Kesehatan. 2017;1(2):102–12. Doi: https://doi.org/10.22435/jpppk.v1i2.552
13. Febriawati H, Yanuarti R, Oktarianita O, Yandrizal Y, Angraini W. Tingkat kualitas pelayanan di puskesmas Betungan Kota Bengkulu tahun 2020. Window of Health. 2021;4(3):261–71. Doi: https://doi.org/10.33368/woh.v4i03.685
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cindy Lausa, Vonny N. S. Wowor, Dinar A. Wicaksono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).



