PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP WORK HAPPINESS DI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SULAWESI UTARA
DOI:
https://doi.org/10.35794/emba.v13i03.64034Abstract
Transformasi ekonomi dan manajemen akibat globalisasi, digitalisasi, dan inovasi teknologi dalam satu dekade terakhir menuntut sektor publik di Indonesia untuk memperkuat budaya organisasi dan modal psikologis (psychological capital) pegawai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya organisasi dan psychological capital terhadap kebahagiaan kerja pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 54 responden. Instrumen penelitian mencakup tiga variabel utama: budaya organisasi, psychological capital, dan kebahagiaan kerja, yang diuji validitas dan reliabilitasnya melalui analisis korelasi item-total dan Cronbach’s alpha. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel. Secara parsial maupun simultan, budaya organisasi dan psychological capital berpengaruh positif serta signifikan terhadap kebahagiaan kerja, dengan kontribusi model menjelaskan lebih dari 50% variasi. Temuan ini menegaskan pentingnya budaya organisasi yang adaptif dan suportif dalam meningkatkan motivasi serta rasa memiliki, sekaligus peran psychological capital—hope, optimism, resilience, dan self-efficacy—dalam menghadapi tekanan kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi manajemen sumber daya manusia sektor publik, serta menjadi rujukan bagi lembaga pemerintah dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, produktif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci : Budaya Organisasi, Psychological Capital, Kebahagiaan Kerja, Sektor Publik, Pegawai Pemerintah.