REAKSI PASAR MODAL INDONESIA TERHADAP KONFLIK GEOPOLITIK AMERIKA SERIKAT DAN IRAN PADA INDUSTRI MINYAK DAN GAS BUMI YANG TERDAFTAR DI BEI

Authors

  • Varadila Ivana Dwi Mokoginta Universitas Sam Ratulangi
  • Fitty Valdi Arie Universitas Sam Ratulangi, Manado
  • Vionalisa Chandra Universitas Sam Ratulangi, Manado

DOI:

https://doi.org/10.35794/emba.v14i3.68860

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis reaksi pasar modal Indonesia terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada awal tahun 2026. Objek penelitian adalah perusahaan sektor industri minyak dan gas bumi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena sektor ini sensitif terhadap stabilitas geopolitik global dan fluktuasi harga komoditas. Penelitian menggunakan metode studi peristiwa (event study) untuk mengukur dampak peristiwa terhadap perilaku pasar. Reaksi pasar dianalisis melalui Average Abnormal Return (AAR), Cumulative Abnormal Return (CAR), dan Trading Volume Activity (TVA). Periode pengamatan selama 15 hari mencakup tujuh hari sebelum peristiwa, satu hari saat peristiwa, dan tujuh hari setelah peristiwa efektif pada 2 Maret 2026. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test setelah melalui uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan AAR mengalami perbedaan signifikan dengan nilai signifikansi 0,004 (<0,05), sedangkan CAR dan TVA tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai signifikansi 0,700 dan 0,602 (>0,05). Temuan ini menunjukkan pasar merespons cepat konflik tersebut, tetapi tidak menghasilkan dampak akumulatif maupun perubahan volume perdagangan yang signifikan.

Keywords: Studi Peristiwa, Konflik Geopolitik, Minyak dan Gas Bumi, Abnormal Return, Trading Volume Activity.

Downloads

Published

2026-07-16