Inventory of Medicinal Plants in the Yards of Rurukan Satu Village, Tomohon City, North Sulawesi
Kata Kunci:
Inventory\, plant organ, home garden, Rurukan Satu, medicinal plantsAbstrak
This study aims to inventory the types of medicinal plants utilized by the community in the home gardens of Rurukan Satu Village, Tomohon City. The method used was purposive sampling, with samples taken from 40 home gardens across 8 neighborhoods that cultivated medicinal plants. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results identified 29 species of medicinal plants belonging to 20 families. The most commonly found families were Lamiaceae and Zingiberaceae. The most frequently used plant organ was the leaf (73%), followed by rhizomes (15%), while stem, fruit, root, and tuber each accounted for 3%. The most widely used plants were ginger (Zingiber officinale), turmeric (Curcuma domestica), and lemongrass (Cymbopogon citratus). The findings of this study are expected to serve as a database for the development of medicinal plant cultivation and the preservation of local traditional knowledge.
Referensi
Amellita. (2023). Identifikasi jenis tumbuhan berkhasiat obat di Desa Bumi Agung Wates, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan [Skripsi], Program Studi Pertanian, Universitas Lampung.
Anastasia, D., Nasution, M. Z., & Yulianti, R. (2020). Aktivitas antibakteri ekstrak pala dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus viridans. Jurnal Kesehatan Gigi Dan Mulut, 4(1), 11-14.
Butar-butar, R. R., & Baideng, E. L. (2022). Edukasi konservasi tanaman berkhasiat obat pada pekarangan minimalis masa pandemi Covid-19 di kelompok PKK Desa Mapanget. Jurnal Karinov, 5(1), 53–57.
I’ismi, B., Hewawatiningsih, R., & Muflihati. (2018). Pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat di sekitar areal IUPHK-HTIPT Bhatara Alam Lestari di Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan Lestari, 6(1), 16–24.
Khotimah, K., Nurcahyati, N., & Ridho, R. (2018). Studi etnobotani tanaman berkhasiat obat berbasis pengetahuan lokal masyarakat suku osing di Kecamatan Licin Banyuwangi. Jurnal Biosense, 1(1), 36-50.
Maulidiah, Winandari, P. O., & Saputri, A. D. (2020). Pemanfaatan organ tumbuhan sebagai obat yang diolah secara tradisional di Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 5(3), 443-447.
Mu’awanah, S. (2023). Etnobotani tumbuhan obat oleh masyarakat Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang [Skripsi], Program Studi Biologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Rubiah., Djufri., & Muhibbuddin. (2017). Tumbuhan obat luka pada masyarakat. Prodi Magister Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala, Jurnal Edu Bio Tropika, 5(2), 54-106.
Syamsiah., Hiola. S. F., Jumadi, O., & Mu’nisa, A. (2016). Tumbuhan obat tradisional Etnis Lokal Sulawesi Barat (Edisi 1). Alauddin University Press.
Tamal, M. A., & Aryanto, D. (2020). Efektivitas air rebusan bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada daging sapi. Jurnal Teknologi Pangan, 11(1) 16-26.
Tunny, R., Pelu, A. D., & Budiman, N. (2020). Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun awar-awar (Ficus septica Burm) Kecamatan Kairatu dengan metode DPPH. Jurnal Sains dan Kesehatan, 4(1), 16-29.
Utami, F. P., Matahari, R., & Ikhsanudian, A. (2018). Toga: Manfaat dan pengolahannya. CV. Pustaka Ilmu Group.
Wahyuni, A., & Azizah, A. N. (2022). Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai pemberdayaan masyarakat melalui budidaya bibit sawo produktif di Desa Sragi, Kabupaten Ponorogo. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 8-21.
Widarsih. (2018). Uji efek antibakteri ekstrak etanol herba krokot (Portolaca oleracea L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus [Skripsi], Farmasi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan.
Yanti., Nastiti, K., & Mambang. (2020). Uji farmakognostik dan identifikasi senyawa pada beberapa tingkatan fraksi ekstrak etanol daun lengkuas (Alpinia galanga). Journal Of Pharmacuetical Care and Science, 1(1), 102- 110.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Febrianus Arnold, Parluhutan Siahaan, Marnix Langoy

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.