Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Kemiskinan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Nabire Tahun 2010-2022
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nabire pada periode 2010–2022. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak EViews 10. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien regresi sebesar -1.760916 dan nilai p-value 0.0057. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan IPM tidak selalu mendorong pertumbuhan ekonomi secara positif. Sementara itu, tingkat kemiskinan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan koefisien regresi sebesar -0.000355 dan p-value 0.2157. Secara simultan, IPM dan kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang ditunjukkan oleh nilai F-statistik sebesar 9.237447 dan probabilitas 0.005342. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui IPM belum tentu berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Meskipun tingkat kemiskinan tidak berpengaruh secara signifikan, arah pengaruhnya tetap negatif. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi dan seimbang antara pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Nabire.