Pengaruh Sektor Pertambangan dan Inflasi Terhadap Tingkat Kesempatan Kerja di Minahasa Tenggara

Authors

  • Fidel Tanor Ango EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • Vecky A.J. Masinambow EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • Jacline I. Sumual EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh sektor pertambangan dan inflasi terhadap tingkat kesempatan kerja di Kabupaten Minahasa Tenggara pada periode 2014–2023. Sektor pertambangan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inflasi, sebagai indikator makroekonomi, turut memengaruhi ketenagakerjaan melalui daya beli dan biaya produksi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan regresi linear berganda, menggunakan data sekunder dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertambangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesempatan kerja, sedangkan inflasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan secara statistik. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 63,78%. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan sektor pertambangan yang mendukung penciptaan lapangan kerja serta perlunya pengendalian inflasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kata kunci: Sektor Pertambangan, Inflasi, Tingkat Kesempatan Kerja, Minahasa Tenggara, Regresi Linear Berganda.

Downloads

Published

2025-09-01