Analisis Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga, Dan Defisit Anggaran Terhadap Inflasi Di Indonesia

Authors

  • Andina Ayu Nani Damanik EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • Mauna Th. B. Maramis EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • Jacline I. Sumual EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT

Abstract

Inflasi merupakan salah satu indikator utama yang mencerminkan kestabilan ekonomi suatu negara. Fluktuasi tingkat inflasi di Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan adanya pengaruh dari berbagai faktor ekonomi, baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah Uang Beredar (M1), Suku Bunga Acuan (BI Rate), dan Defisit Anggaran terhadap Inflasi di Indonesia selama periode 2005 hingga 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi Eviews 12, menggunakan data sekunder berupa data tahunan yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Jumlah Uang Beredar berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Inflasi, Suku Bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi, dan Defisit Anggaran berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Inflasi di Indonesia, Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga, dan Defisit Anggaran berpengaruh  signifikan terhadap Inflasi di Indonesia.

Kata Kunci: Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga, Defisit Anggaran, Inflasi

Downloads

Published

2025-09-22