Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Nilam Di Kecamatan Maesaan, Minahasa Selatan

Authors

  • Regina P. Lumintang EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • George M.V. Kawung EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • Krest D. Tolosang EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani nilam di Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Tanaman nilam merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena menghasilkan minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri parfum, kosmetik, dan farmasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 30 petani nilam yang tersebar di 10 desa di Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan meliputi analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha dengan menggunakan Rasio R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bersih petani nilam di Kecamatan Maesaan yaitu Rp 19.371.017 dengan rata – rata total biaya yaitu Rp 15.970.067. Usahatani nilam di wilayah tersebut dinyatakan layak untuk diusahakan karena nilai Rasio R/C adalah 2,1 yang dimana lebih besar dari 1, angka ini mengartikan bahwa setiap 1 yang dikeluarkan petani untuk biaya usahatani nilam maka akan menghasilkan keuntungan sebesar 2,1. Usahatani nilam layak secara finansial untuk di jalankan oleh para petani terlebih khusus di Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan.

Kata Kunci: Usahatani Nilam, Biaya, Penerimaan, Pendapatan, Kelayakan Usahatani, Rasio R/C

Downloads

Published

2025-09-01