Pengaruh Tingkat Pendidikan, Angka Harapan Hidup Dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Di Provinsi DKI Jakarta

Authors

  • Michael Yohanes Sihombing EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • Josep B. Kalangi EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • Irawaty Masloman EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT

Abstract

Pengangguran pada saat ini merupakan salah satu permasalahan yang belum terpecahkan khususnya pada negar berkembang seperti Indonesia. Sebagai pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia, DKI Jakarta juga menghadapi tantangan ketenagakerjaan. Perbandingan tingkat pengangguran di DKI Jakarta dan tingkat pengangguran nasional Indonesia dari tahun 2004 - 2023 mengungkapkan permasalahan signifikan, yaitu angka pengangguran di Jakarta yang lebih tinggi dibandingkan angka pengangguran nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, angka harapan hidup, dan upah minimum provinsi terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi DKI Jakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa time series periode 2004-2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Data diolah menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Eviews 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi DKI Jakarta. Angka Harapan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi DKI Jakarta. Upah minimum provinsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi DKI Jakarta. Secara simultan tingkat pendidikan, jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi DKI Jakarta.

Kata Kunci: Pengangguran, Pendidikan, Angka Harapan Hidup, Upah Minimum, DKI Jakarta

Downloads

Published

2025-09-01