Analisis Ketimpangan Pembangunan Wilayah Pada Kabupaten Dan Kota Di Sulawesi Utara (Studi Pada Kabupaten Minahasa Dan Kota Manado)
Abstract
Ketimpangan pembangunan wilayah merupakan fenomena yang umum terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketimpangan pembangunan antara Kabupaten Minahasa dan Kota Manado berdasarkan indikator ekonomi dan sosial, seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dan jumlah penduduk. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan memanfaatkan data sekunder time series dari tahun 2010 hingga 2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah Indeks Williamson dan Theil Index, yang mampu memberikan gambaran kuantitatif tentang tingkat ketimpangan pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pembangunan antara Kabupaten Minahasa dan Kota Manado cenderung meningkat sejak tahun 2017. Kota Manado mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dengan dominasi sektor jasa dan perdagangan, sementara Kabupaten Minahasa masih bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Ketimpangan ini diperparah oleh konsentrasi pembangunan infrastruktur di wilayah perkotaan, kurangnya investasi di sektor produktif wilayah rural, serta keterbatasan akses terhadap layanan publik di daerah tertinggal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan pembangunan di wilayah studi bersifat struktural dan memerlukan kebijakan pembangunan yang lebih adil dan inklusif. Temuan ini diharapkan menjadi landasan dalam perumusan strategi pembangunan daerah yang berorientasi pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci: Ketimpangan pembangunan, PDRB per kapita, Indeks Williamson, Theil Index, Sulawesi Utara