Analisis Ketimpangan Pendapatan Antar 4 Kota Di Provinsi Sulawesi Utara

Authors

  • Bryan Enrico Rosang EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • Ita Pingkan F. Rorong EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT
  • Krest D. Tolosang EKONOMI PEMBANGUNAN-FEB-UNSRAT

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama perkembangan suatu daerah. Pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi faktor utama bagi keberlangsungan pembangunan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk melihat ketimpangan pendapatan yang ada pada 4 Kota di Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan bersifat kuantitatif dengan analisis Indeks Williamson. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis Kuantitatif dengan analisis Indeks Williamson mendapati bahwa 4 Kota yang ada pada Provinsi Sulawesi Utara yakni Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, dan Kota Kotamobagu memiliki hasil bahwa ketimpangan pembangunan antar wilayah tinggi dan bersifat stabil selama sepuluh tahun terakhir. Meskipun terjadi fluktuasi, seperti penurunan pada tahun 2020 akibat pandemi, secara umum tren menunjukkan bahwa wilayah maju terus tumbuh lebih cepat dibanding wilayah tertinggal, sehingga disparitas tetap berada pada level tinggi. Hasil ini menegaskan perlunya intervensi kebijakan yang lebih efektif dan terarah untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah. Strategi yang dapat dilakukan meliputi pembangunan infrastruktur yang merata, pemerataan investasi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi lokal di wilayah tertinggal. Tanpa langkah-langkah tersebut, ketimpangan pembangunan berpotensi terus berlanjut dan menimbulkan dampak negatif bagi stabilitas ekonomi dan sosial jangka panjang.

Kata Kunci : Pembangunan, Perencanaan Pembangunan, Kuantitatif, Indeks Williamson.

Downloads

Published

2026-05-23