Pengaruh Faktor Makro Ekonomi dan Keuangan Global Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Periode Januari 2017 – Januari 2026

Authors

  • Andre Alvani Gantare Ekonomi Pembangunan_FEB_UNSRAT
  • Mauna Th. B. Maramis Ekonomi Pembangunan_FEB_UNSRAT
  • Greydi Normala Sari Ekonomi Pembangunan_FEB_UNSRAT

Abstract

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan salah satu ukuran yang sering digunakan untuk melihat pergerakan pasar modal di Indonesia. Perubahan IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, seperti suku bunga, nilai tukar, pasar saham acuan dunia, serta aliran dana asing. Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia selama periode Januari 2017 hingga Januari 2026 mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh guncangan ekonomi dalam negeri maupun global. Penelitian ini menganalisis pengaruh BI-Rate, nilai tukar rupiah (Kurs JISDOR), indeks S&P 500, dan arus modal asing (net foreign flow) terhadap IHSG dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) berdasarkan 107 data observasi bulanan. Hasil uji kointegrasi Johansen menunjukkan adanya hubungan jangka panjang antarvariabel. Dalam jangka panjang, BI-Rate (+0,178) dan indeks S&P 500 (+3,964) berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, sedangkan nilai tukar rupiah (−20,032) berpengaruh negatif dan signifikan. Dalam jangka pendek, hanya arus modal asing yang berpengaruh positif dan signifikan (t-statistik 3,631). Hasil Impulse Response Function (IRF) menggambarkan respons IHSG yang dinamis terhadap guncangan tiap variabel, sedangkan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) menunjukkan nilai tukar rupiah sebagai variabel luar dengan sumbangan terbesar terhadap perubahan IHSG sebesar 11,85% pada periode ke-20, diikuti indeks S&P 500 sebesar 2,16%, sementara guncangan dari internal IHSG sendiri tetap mendominasi sebesar 85,88%.

Kata Kunci : IHSG, BI-Rate, Nilai Tukar Rupiah, Indeks S&P 500, Arus Modal Asing, VECM

Downloads

Published

2026-08-22