Pengaruh Kebijakan Moneter dan Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Tukar di Lima Negara ASEAN

Authors

  • Indira Salasa Ekonomi Pembangunan_FEB_UNSRAT
  • Mauna Th. B. Maramis Ekonomi Pembangunan_FEB_UNSRAT
  • Greydi Normala Sari Ekonomi Pembangunan_FEB_UNSRAT

Abstract

Fluktuasi nilai tukar di kawasan ASEAN dalam satu dekade terakhir dipengaruhi oleh dinamika suku bunga, jumlah uang beredar, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi yang bervariasi antarnegara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suku bunga, jumlah uang beredar (M2), inflasi, dan pertumbuhan ekonomi (PDB) terhadap nilai tukar di lima negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam) periode 2016-2025, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel sekunder tahunan bersumber dari World Bank, IMF, bank sentral, dan badan statistik masing-masing negara (50 observasi), yang dianalisis menggunakan regresi data panel model Fixed Effect Model (FEM) setelah lolos Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Asumsi Klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga dan jumlah uang beredar (M2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar, sedangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi (PDB) berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dengan nilai R-squared sebesar 0,999832 (99,98%). Temuan ini mendukung teori Uncovered Interest Rate Parity (UIP), teori kuantitas uang, dan model Mundell-Fleming, serta diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi otoritas moneter dalam merumuskan kebijakan nilai tukar yang lebih efektif di kawasan ASEAN.

Kata Kunci: suku bunga; jumlah uang beredar; inflasi; nilai tukar; data panel; ASEAN

Downloads

Published

2026-09-08