Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Jumlah Angkatan Kerja, dan Upah Minimum terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Bolaang Mongondow Utara
Abstract
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara masih menjadi persoalan ketenagakerjaan di tengah perkembangan pembangunan manusia, pertumbuhan angkatan kerja, dan perubahan kebijakan upah minimum. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pembangunan dan perubahan pasar tenaga kerja belum sepenuhnya mampu menekan pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, jumlah angkatan kerja, dan upah minimum terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka, sedangkan jumlah angkatan kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan. Upah minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka. Secara simultan, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka. Temuan ini mengindikasikan bahwa dinamika pengangguran di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara bersifat kompleks dan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan manusia, jumlah angkatan kerja, dan upah minimum, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor ketenagakerjaan dan ekonomi lainnya
Kata kunci : Indeks Pembangunan Manusia (IPM); Angkatan Kerja; Upah; Pengangguran