Pendekatan Arsitektur Futuristik pada Perancangan Otomotif Center di Kota Manado

Authors

  • Claudia Talita Dariwu Universitas Sam Ratulangi
  • Steven Kamurahan Politeknik Manado
  • Stevanus Kewas Universitas Prisma Manado

DOI:

https://doi.org/10.35793/matrasain.v22i1.62267

Abstract

Perkembangan zaman yang pesat memengaruhi berbagai aspek di dunia, termasuk dalam bidang otomotif. Komunitas otomotif di kota Manado memiliki kebutuhan untuk memiliki wadah yang memadai untuk menggelar kegiatan. Saat ini, dalam berkegiatan, sering harus meminjam tempat yang tidak sesuai dan mengganggu aktivitas masyarakat lain. Kawasan B on B di Jln. Kapt. Piere Tendean, Boulevard, di ibu kota Sulawesi Utara merupakan lokasi yang tepat untuk merancang Otomotif Center yang dapat memenuhi kebutuhan komunitas tersebut dan juga dapat digunakan oleh masyarakat lainnya. Rancangan Otomotif Center ini akan mengusung pendekatan arsitektur futuristik, yang akan memberikan tampilan baru dan dinamis bagi kota Manado. Kerangka pikir yang menjelaskan

keseluruhan isi perancangan yang mengarah pada model desain generasi II yang dikembangkan oleh John Zeizel (1981) , dimana proses desain merupakan suatu proses yang berulang-ulang secara terus menerus (spiral process) hingga menghasilkan gambar kerja dari perancangan otomotif center seperti Siteplan, Layout, Denah, Tampak bangunan, Tampak kawasan, Potongan bangunan, Potongan tapak, Perspektif mata burung dan mata manusia, Spot Interior dan Eksterior dan Isometri struktur Perancangan. Otomotif Center di kota Manado menggunakan pendekatan Arsitektur futuristic. Rancangan ini merupakan hasildari beberapa tahap desain yang telah dilakukan, mulai dari tahap pengamatan melalui survei, studi literatur, dan preseden hingga tahap desain yang melibatkan riset tema dan konsep serta analisis tapak. Dalam rancangan Otomotif Center ini, kawasan tersebut di desain dengan konsep unsur-unsur mobil yang memberikan keunikan dari bangunan lainnya. Penggunaan tema ini juga akan memberikan tampilan baru bagi kota Manado yang sebelumnya belum memiliki objek sejenis di daerah tersebut.

 

Rapid development affects various aspects of life, including the automotive sector. The automotive community in Manado needs an adequate and appropriate space to hold their activities. Currently, they often have to borrow unsuitable venues, causing disruptions to other public activities. The B on B area on Jln. Kapt. Piere Tendean, Boulevard, Manado, was selected as the site for designing an Automotive Center to meet the community’s needs while also serving the general public. The design method adopted follows the second-generation design model developed by John Zeizel, which emphasizes a spiral, iterative, and evolving process. The approach involves stages such as literature studies, precedent studies, site observation, comparative analysis, interviews, design experimentation, and visual image studies. A futuristic architectural approach is used to shape a dynamic and innovative design character.The design outcome presents an Automotive Center featuring forms inspired by automotive elements such as engines and vanbelts, spatial organization based on linear, grid, and cluster systems, and materials like glass and ACP to create a modern, lightweight, and aerodynamic impression. The main facilities include exhibition halls, workshop areas, and drag race tracks, all arranged in an integrated yet flexible manner. The futuristic architectural approach to the Automotive Center design in Manado is expected to contribute to urban spatial development, while fulfilling the functional and aesthetic needs of the automotive community. This project aims to become a new urban landmark and provide a more innovative and inclusive public space.

References

Ching, F. D. K. (2007). Arsitektur: Bentuk, ruang, dan susunannya (Edisi Bahasa Indonesia). Erlangga.

Galeri Nasional Indonesia. (2024). Pengertian pameran seni. https://www.galeri-nasional.or.id

Jencks, C. (2002). The new paradigm in architecture: The language of post-modernism. Yale University Press.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id

Kulkarni, S. (2013). Automobile engineering. Technical Publications.

Lang, J. (1987). Creating architectural theory: The role of the behavioral sciences in environmental design. Van Nostrand Reinhold Company.

Mitchell, W. J. (1995). City of bits: Space, place, and the infobahn. MIT Press.

Pali, Y. (2010). Bab II sirkuit. IMI, 11–28.

Pustaka Teknik. (2015). No title. II(5), 5–12.

Smith, C., & Tardif, M. (2009). Architecture and technology: New directions in the 21st century. Princeton Architectural Press.

Spiller, N. (2006). Visionary architecture: Blueprints of the modern imagination. Thames & Hudson.

Yuda, R. A. (2015). Pengelolaan usaha bengkel roda dua untuk usaha mikro kecil menengah. CV Andi Offset.

Yudono, Y. W. D., Istiningsih, D., & Gesang, G. (2022). Perencanaan otomotif center di Purwokerto dengan pendekatan arsitektur modern. Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik, 23(1), 62–76.

Yoga, A. (2013). Pengelolaan usaha bengkel sepeda motor. CV Mitra.

Zeisel, J. (1981). Inquiry by design: Tools for environment-behavior research. Brooks/Cole Publishing.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Dariwu, C. T., Kamurahan, S., & Kewas, S. (2025). Pendekatan Arsitektur Futuristik pada Perancangan Otomotif Center di Kota Manado. MEDIA MATRASAIN, 22(1), 65–73. https://doi.org/10.35793/matrasain.v22i1.62267