Analisis Pengembangan Objek Benteng Cagar Budaya di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Sebagai Wisata Sejarah
DOI:
https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.63658Abstract
ABSTRAK
Kota Ternate di Provinsi Maluku Utara merupakan kota bersejarah yang menyimpan peninggalan arsitektur kolonial berupa benteng-benteng dari era Portugis, Spanyol, dan Belanda. Benteng Tolukko, Oranje, Kalamata, Kastela, dan Kota Janji memiliki nilai sejarah dan visual yang tinggi serta berada di lokasi strategis, menjadikannya berpotensi besar dikembangkan sebagai objek wisata sejarah. Namun, pengelolaan saat ini masih belum maksimal akibat kurangnya fasilitas pendukung, rendahnya keterlibatan masyarakat, serta tekanan dari aktivitas pembangunan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual benteng cagar budaya di Kota Ternate melalui pendekatan 4A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Layanan Penunjang), serta merumuskan strategi pengembangan berbasis analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi SO (Strength-Opportunity) merupakan pendekatan yang paling relevan, yakni dengan mengoptimalkan kekuatan internal dan peluang eksternal melalui penguatan nilai sejarah serta partisipasi masyarakat. Rekomendasi pengembangan juga diarahkan melalui pendekatan penataan ruang berbasis pelestarian, seperti pembagian zona inti dan penyangga, guna mendorong pengembangan pariwisata sejarah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
Kata Kunci: Benteng, Cagar budaya, Wisata sejarah, Pengembangan, 4A, Analisis SWOT, Kota Ternate
ABSTRACT
Ternate City in North Maluku Province is a historical city that holds colonial architectural relics in the form of forts from the Portuguese, Spanish and Dutch eras. Tolukko, Oranje, Kalamata, Kastela, and Kota Janji forts have high historical and visual value and are located in strategic locations, making them have great potential to be developed as historical tourism objects. However, current management is still not maximized due to the lack of supporting facilities, low community involvement, and pressure from urban development activities. This research aims to identify the actual condition of the cultural heritage fort in Ternate City through the 4A approach (Attraction, Accessibility, Amenity, and Supporting Services), and formulate a development strategy based on SWOT analysis. The results of the analysis show that the SO (Strength-Opportunity) strategy is the most relevant approach, namely by optimizing internal strengths and external opportunities through strengthening historical values and community participation. Development recommendations are also directed through a preservation-based spatial planning approach, such as the division of core and buffer zones, to encourage the development of sustainable historical tourism and improve the welfare of the surrounding community.
Keywords: Fort, cultural heritage, historical tourism, development, 4A, SWOT analysis, Ternate City
References
AZ. Leirissa, dkk (1999) “Ternate Sebagai Bandar Jalur Sutra”. Jakarta: Bangun Karya
Hamzah, F., Hermawan, H., & Srinatami, D. (2021). Analisis Strategi Pengembangan Situs Cagar Budaya Gunung Padang Sebagai Destinasi Wisata Budaya.Vol 19 No.1
Rangkuti, F. (2014), Analisa SWOT Teknik Memberdah Kasus Bisnis: cara perhitungan bobot, rating dan OCAI, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama
Syafrizal U. (2016), Arahan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Makam Tuanku Imam Bonjol Sebagai Kawasan Strategis Kabupaten Minahasa, Desa Lotta, Kabupaten Minahasa.
Rubiyatno (2022) Analisis Potensi Wisata Tegal Balong Dalam Penentuan Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Vol 9 No 2
Muhammad Adi S (2024), Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Pada Objek Wisata Religi Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang. Vol 1 No 2
Erni. (2019) Pengelolaan Pelestarian Situs Cagar Budaya Benteng Rotterdam Di Kota Makassar.
Oka H A. Yoeti, dkk(2016) “Perencanaan Dan Pengenbangan Pariwisata”. Jakarta: Balai Pustaka
Robinson, dkk (2019), Strategi Pemerintah Dalam Meningkatkan Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Bolaaang Mongondow Utara. Vol 5 No 84
Siallagan (2011), Analisis Permintaan Wisatawan Nusantara Objek Wisata Batu Kursi Siallagan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.Skripsi, Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang. 1–90.
Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Ternate Tahun 2012-2032
Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengelolaan Dan Pelestarian Cagar Budaya
Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 13 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Maluku Tahun 2022–2025
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10.Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fadiah J. Arif, Cynthia E.V Wuisang, Julianus A R Sondakh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
