REHABILITASI MEDIK PADA NEUROPATI ULNARIS

Authors

  • Christopher Lampah IKFR UNSRAT
  • Clara Natasya IKFR UNSRAT
  • Lidwina Sengkey IKFR UNSRAT
  • Daniel Zagoto

Abstract

Nervus ulnaris merupakan serabut saraf yang berasal dari akar saraf C8 dan T1 dengan sedikit kontribusi akar saraf C7. Nervus ulnaris merupakan sambungan langsung dari korda medialis pleksus brakialis. Nervus ulnaris dapat mengalami cedera dan biasa disebut dengan neuropati ulnaris. Neuropati ulnaris dapat terjadi karena adanya kompresi di beberapa lokasi tertentu yang rentan ataupun karena adanya cedera langsung pada nervus ulnaris itu sendiri. Lokasi yang rentan terjadinya kompresi nervus ulnaris adalah cubital tunnel dan kanal Guyon pada pergelangan tangan.  Gejala yang sering muncul pada pasien neuropati ulnaris tergantung dari letak lesinya. Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang saksama umumnya cukup untuk menentukan diagnosis dan juga letak lesinya, tetapi pemeriksaan penunjang lainnya seperti pemeriksaan elektrodiagnostik dan pencitraan dapat digunakan untuk menentukan derajat lesi dan melihat prognosis penyembuhan pasien. Tatalaksana pasien neuropati ulnaris dapat dibagi berdasarkan fase cedera yang terjadi, fase akut, fase pemulihan dan juga fase kronik. Tatalaksana non-operatif yang dapat dilakukan pada pasien neuropati ulnaris antara lain adalah modifikasi aktivitas, pemberian modalitas pemberian latihan peregangan atau penguatan, orthosis dan juga reedukasi sensorik untuk mengembalikan fungsi sensibilitas tangan.  Apabila tatalaksana konservatif sudah tidak dapat membantu penyembuhan lesi  maka pendekatan operatif dapat dilakukan.

Author Biographies

Christopher Lampah, IKFR UNSRAT

Kelompok Staf Medis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

Clara Natasya, IKFR UNSRAT

Kelompok Staf Medis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

Lidwina Sengkey, IKFR UNSRAT

Kelompok Staf Medis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

Published

2022-12-13