Histomorfometri Duodenum Mencit (Mus musculus) yang Diinfeksi Telur Infektif Hymenolepis nana dan diberi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.)

Authors

  • Atin Supiyani Universitas Negeri Jakarta
  • Sekar Liyundzira Program Studi Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta
  • Daniel Ramadhan Program Studi Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta
  • Dalia Sukmawati Program Studi Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.35799/jm.v12i2.45964

Abstract

Cacing cestoda Hymenolepis nana merupakan cacing parasit intestinal yang bersifat zoonosis. Infeksi dari cacing H.nana berdampak buruk pada saluran pencernaan, terutama pada duodenum host. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dari pemberian ekstrak daun kelor terhadap struktur duodenum mencit yang diinfeksi H.nana. Sebanyak 27 ekor mencit dibagi dalam 3 kelompok yaitu aquades (kontrol negatif), albendazole (kontrol positif), dan ekstrak daun kelor 500 ppm. Dosis letal 100 diperoleh dari uji in vitro ekstrak daun kelor pada telur dan larva cacing H.nana pada masa inkubasi 24, 48 dan 72 jam. Setiap mencit diinfeksi 40 butir telur H.nana secara oral. Ekstrak daun kelor diberikan selama 21 hari setelah infeksi. Histomorfometri struktur duodenum dengan mengukur tinggi vili, tebal mukosa, sub-mukosa, tunika muskularis, dan serosa pada 10 vili. Hasil penelitian diperoleh dosis letal 100-24 jam ekstrak daun kelor terhadap telur H.nana sebesar 397 ppm. Tinggi vili, tebal lapis mukosa, sub-mukosa, muskularis dan serosa mencit yang diberi ekstrak daun kelor berbeda signifikan (Sig<0.05). Pemberian ekstrak daun kelor dapat mempengaruhi struktur duodenum mencit yang terinfeksi cacing Hymenolepis nana.   The cestode worm Hymenolepis nana is a zoonotic intestinal parasitic worm. Infection from H. nana worms adversely affects the gastrointestinal tract, especially on the host duodenum. The purpose of this study was to determine the effect of Moringa leaf extract on the structure of the duodenum of mice infected with H. nana. A total of 27 mice were divided into 3 groups, namely aquades (negative control), albendazole (positive control), and Moringa leaf extract of 500 ppm. A lethal dose of 100 was obtained from in vitro tests of Moringa leaf extract on eggs and larvae of H. nana worms during the incubation period of 24, 48 and 72 hours. Each mice is infected with 40 H. nana eggs orally. Moringa leaf extract is administered for 21 days after infection. Histomorphometry of duodenal structures by measuring villi height, mucosal thickness, sub-mucosa, muscular tunica, and serous on 10 villi. The results of the study obtained a lethal dose of 100-24 hours of Moringa leaf extract against H. nana eggs of 397 ppm. Tall villi, thick layer mucosa, sub-mucosa, muscular and serous mice given Moringa leaf extract differed significantly (Sig<0.05). Administration of Moringa leaf extract can affect the structure of the duodenum of mice infected with Hymenolepis nana

Author Biography

Atin Supiyani, Universitas Negeri Jakarta

Program Studi Biologi FMIPA

Downloads

Published

16-04-2023

Issue

Section

Articles