Pemanfaatan Geolistrik Resistivitas Untuk Identifikasi Potensi Batuan Bawah Permukaan.)

Authors

  • Adey Tanauma Fakultas MIPA_Universitas Sam Ratulangi
  • Guntur Pasau Jurusan Fisika, Universitas Sam Ratulangi
  • Brian Mambu Jurusan Fisika, Universitas Sam Ratulangi
  • Gerald Tamuntuan Jurusan Fisika, Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35799/jm.v14i2.61492

Abstract

Daerah perbukitan di sebelah barat daya daerah Kema hingga sebelah selatan Desa Treman Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan potensi keberadaan sumber daya alam batuan yang dapat dimanfaatkan untuk proyek pembangunan. Namun, hingga saat ini hampir tidak ditemukan kajian ilmiah ataupun investigasi bawah permukaan bumi untuk pemetaan potensi batuan intrusi sebagai bahan tambang/galian tipe C. Penelitian ini bertujuan untuk  memetakan struktur batuan intrusi bawah permukaan bumi dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi dipol-dipol. Hasil yang diperoleh menunjukkan zona-zona resistivitas tinggi bernilai lebih dari 580 Wm yang diinterpretasi sebagai zona batuan andesit. Jarak zona batuan dari permukaan tanah bervariasi dari sekitar 40 m hingga kurang dari 10 m. Batuan intrusi dengan dimensi terkecil ada pada lintasan 1 dengan dimensi panjang  102 m dan lebar 15 m, sedangkan yang terbesar ada pada lintasan 4 yaitu panjang sekitar 400 m dan ketebalan mencapai lebih dari 70 m. Berdasarkan faktor ketebalan tutupan tanah di atas batuan yang relatif tipis serta dimensi zona batuan yang relatif besar mengindikasikan bahwa zona batuan pada lintasan 4 sangat potensial untuk di eksploitasi.

The hilly region extending from the southwest of Kema to the southern part of Treman Village, North Minahasa Regency, indicates the potential presence of rock-based natural resources suitable for development projects. Despite this potential, scientific investigations or subsurface studies to map intrusive rock formations as sources of type C mineral resources remain limited. This research aims to delineate subsurface intrusive rock structures using the dipole-dipole configuration of the electrical resistivity method. The results reveal the presence of high-resistivity zones exceeding 580 Ωm, which are interpreted as intrusive rock bodies. The depth of these rock formations from the ground surface varies from approximately 40 meters to less than 10 meters. The smallest intrusive body, identified along Line 1, measures approximately 102 meters in length and 15 meters in width. In contrast, the most extensive body, located along Line 4, spans approximately 400 meters in length and a thickness of more than 70 meters.. Considering the relatively thin overburden and substantial volume of the rock body, the intrusive zone along Line 4 is deemed to possess high potential for future exploitation.

 

Downloads

Published

02-07-2025

Issue

Section

Articles