Identifikasi Potensi Air Tanah Di Desa Tempang Menggunakan Metode IP Konfigurasi Wenner-Schlumberger

Authors

  • Seni Herlina Juita Tongkukut Universitas Sam Ratulangi
  • Verna Universitas Sam Ratulangi
  • As'ari
  • Meylien

DOI:

https://doi.org/10.35799/jm.v15i1.64617

Abstract

Seiring pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, identifikasi air tanah bawah permukaan sangat penting untuk menunjang kebutuhan masyarakat terutama yang terkait dengan sektor pariwisata dan  pertanian di Desa Tempang, Minahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan sebaran air tanah di Desa Tempang, Penelitian ini menggunakan metode geolistrik Induced Polarization (IP) dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Metode IP mengukur chargeability bawah permukaan dengan cara mengalirkan arus listrik ke dalam tanah. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil 4 lintasan pengukuran, dengan spasi 10 m dan panjang lintasan 480 m di setiap lintasan. Hasil pengukuran diolah menggunakan Software RES2DINV. Metode ini terbukti cukup efektif dalam mendeteksi keberadaan akuifer di bawah permukaan tanah, yang ditandai dengan nilai chargeability rendah hingga mendekati nol. Hasil penelitian menunjukkan adanya sebaran akuifer yang signifikan di wilayah penelitian dengan Lintasan 4 secara khusus menunjukkan keberadaan akuifer pada kedalaman yang relatif lebih dalam (24–58 m), yang berpotensi menjadi cadangan air tanah jangka panjang. Temuan ini memberikan informasi dasar yang penting bagi pemerintah desa dan instansi terkait dalam merencanakan eksplorasi, konservasi, serta pengelolaan sumber daya air tanah secara berkelanjutan.

With the continuous growth of the population, the identification of groundwater is very important to support the needs of the community, especially those related to the tourism and agriculture sectors in Tempang Village, Minahasa. This study aims to identify the potential and distribution of groundwater in Tempang Village. This study employs the geophysical method of Induced Polarization (IP) with a Wenner-Schlumberger configuration. The IP method measures subsurface chargeability by injecting electric current into the ground. Data collection was conducted using four measurement lines, each spaced 10 m apart, with a line length of 480 m. The data were processed using the RES2DINV software. This method proved to be effective in detecting the presence of aquifers beneath the ground surface, characterized by low chargeability values approaching zero. The study results indicate the presence of a significant aquifer distribution in the study area, with Survey Line 4 specifically showing aquifer presence at relatively deeper depths (24–58 m), which has the potential to become a long-term groundwater reserve. This finding provides important baseline information for village governments and relevant agencies in planning exploration, conservation, and sustainable management of groundwater resources.

Downloads

Published

20-01-2026

Issue

Section

Articles