KEBUTUHAN FASILITAS PENYEBERANGAN JALAN BERDASARKAN GAP KRITIS PADA RUAS JALAN WOLTER MONGINSIDI DEPAN FRESHMART BAHU MALL MANADO

Authors

  • Riati Tentero
  • James A. Timboeleng
  • Audie L. E. Rumayar

Abstract

Teori gap acceptance merupakan teori yang dapat digunakan dalam menganalisa pejalan kaki dalam hal menyeberang jalan. Perilaku penyeberang jalan dan kecepatan arus lalu lintas menjadi salah satu pengaruh dalam besarnya gap yang dapat diterima dan gap yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai gap kritis yaitu headway minimum arus lalulintas dan distribusi headway pada ruas jalan sehingga penyeberang jalan dapat menyeberang jalan dengan aman.
Penelitian ini dilakukan di ruas jalan wolter monginsidi tepatnya depan freshmart bahu mall karena dianggap sesuai untuk melakukan penelitian gap acceptance. Data diperolah dengan melakukan perekaman dengan menggunakan video kamera selama 14 jam mulai dari pukul 08.00 – 22.00 WITA, 4 hari dalam 1 minggu ( Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu). Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan software kemudian diaplikasikan ke metode raff, greenshield dan acceptance curve.
Hasil penelitian pada ruas jalan Wolter Monginsidi depan Freshmart Bahu Mall diperoleh dari metode Acceptance Curve yang menghasilkan nilai gap kritis dari 4,1 detik sampai 4,8 detik. Berdasarkan hasil perhitungan distribusi headway, presentasi frekuensi (h ≥ t) menunjukkan bahwa semakin besar volume kendaraan maka jumlah gap aman bagi penyeberang jalan akan semakin kecil.

Kata kunci: gap acceptance, gap kritis, headway, ruas jalan, lalu lintas

Downloads

Published

2015-08-15