PENGARUH TINGGI LEVEL UAP AIR PANAS TERHADAP PROSES PENGERINGAN GABAH

Authors

  • Tertius V. Y. Ulaan
  • Benny L. Maluegha
  • Gerrits D. Soplanit

Abstract

Pemanfaatan air panas bumi sebagai fluida kerja untuk pengeringan hasil produk pertanian
terus menjadi perhatian. Air panas Bukit Kasih Kanonang dengan temperatur di atas 50oCmemiliki
potensi besar untuk dikembangkan sebagai fluida kerja proses pengeringan gabah. Berdasarkan
penelitian,ukuran bak air panas 50 cm x 50 cm x 50 cm dengan tinggi level uap air panas bervariasi
antara 20 cm, 15 cm, 10 cm, 5 cm dan 0 cm, bak di tutup dengan pelat aluminium dan gabah
diletakkan diatas pelat.
Hasil yang diperoleh adalah kondisi level uap air panas ideal berada pada 15 cm dimana
selisih massa gabah sebelum dan sesudah pengeringan 0.3182 kg dengan temperatur air panas
56,6oC.Sedangkan selisih massa gabah terendah berada pada posisi level uap air panas 0 cm yaitu
0.1298 kg dengan temperatur air panas 56,4oC, hal tersebut disebabkan karena kondisi ruang
penguapan semakin kecil.Waktu pengeringan yaitu rata-rata 5 jam.
Kata kunci: Air panas, level uap air panas, massa gabah, temperatur air panas

Downloads

How to Cite

Ulaan, T. V. Y., Maluegha, B. L., & Soplanit, G. D. (2016). PENGARUH TINGGI LEVEL UAP AIR PANAS TERHADAP PROSES PENGERINGAN GABAH. Jurnal Tekno Mesin, 2(2). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jtmu/article/view/33036

Issue

Section

Articles