Gambaran Kondisi Jamban Keluarga di Desa Bunong Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
DOI:
https://doi.org/10.35790/xym80777Abstract
Sanitasi masih menjadi masalah utama dibeberapa daerah termasuk Indonesia. Salah satu masalah sanitasi yaitu kualitas jamban. Kualitas jamban keluarga masih rendah dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit diare khususnya pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi jamban keluarga di Desa Bunong Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Desain penelitian ini menggunakan survei deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli-November 2022 dimana 38 kepala keluarga menjadi sampel dalam penelitian ini. Variabel yang diukur yaitu kondisi jamban keluarga. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara unvariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini, kebanyakan memakai jamban dengan jenis leher angsa dengan septiktank dan resapan sebanyak 70 repsonden (98,6%) dan hanya 1 responden yang jamban jenis plengsengan (1,4%). Selanjutnya, ditemukan responden yang belum memiliki jamban sehat. Seperti pada pertanyaan nomor 1 (satu) sebanyak 35 (49,3%) responden menjawab bahwa jarak resapan atau lubang penampungan < 10 m dari sumber air bersih. Begitupun pada pertanyaan nomor 9, sebanyak 37 (52,1%) responden yang menjawab bahwa terdapat lalat/kecoak di dalam maupun di sekitar jamban. Berikutnya pada pertanyaan nomor 12, 32 (45,1%) responden menjawab bahwa di jamban tidak tersedia sabun. Selanjutnya dijelaskan kategori tingkat. Kesimpulan penelitian ini yaitu ditemukan risiko tingkat pencemaran tinggi sebanyak 6 responden (8,5%), sedangkan sebanyak 65 responden lainnya (91,5%) memiliki risiko rendah dalam tingkat pencemaran sanitasi jamban. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat dapat memperhatikan kondisi jamban yang tidak sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.
Kata Kunci: Kualitas jamban; Kepala keluarga