Hubungan antara Riwayat Keluarga dan Pola Makan dengan Kadar Asam Urat pada Masyarakat Pesisir Kelurahan Molas

Authors

  • Day Pranatha Universitas Sam Ratulangi
  • Grace D. Kandou Universitas Sam Ratulangi
  • Afnal Asrifuddin Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/j306w857

Abstract

Kadar asam urat yang normal pada laki - laki berada di kisaran 3,5sampai dengan 7 mg/dl, sementara pada wanita normalnya berada di kisaran 2,4 sampai dengan 6 mg/dl. Berbagai faktor resiko dapatmemengaruhi kadar asam urat dalam tubuh, seperti riwayat keluargamenderita asam urat dan pola makan. Pola makan seseorang sangatdipengaruhi oleh budaya, kepercayaan dan terlebih lingkungannya. Di Indonesia, Minahasa merupakan daerah yang memiliki kejadianpenyakit hiperurisemia dan juga penyakit arthritis gout yang tinggi.  Hal ini tidak terlepas dari letak geografis, dan pola budayamasyarakat setempat yang mempunyai kebiasaan pola makan sertakebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol yang memilikikandungan purin tinggi. Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Kota Manado termasuk wilayah pesisir yang berdasarkanpengamatan awal yang dilakukan masyarakatnya seringmengonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat purinsehingga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko meningkatnyakadar asam urat pada masyarakatnya. Penelitian ini memiliki tujuanyaitu untuk mengetahui adakah hubungan antara riwayat keluargadan pola makan dengan kadar asam urat pada masyarakat pesisirKelurahan Molas. Jenis penelitian yang dipergunakan merupakansurvei analitik berpendekatan studi potong lintang. Dalam penelitianini, analisis bivariat untuk hubungan antara riwayat keluarga dengankadar asam urat menghasilkan nilai p = 0,000, dan untuk hubunganantara pola makan dengan kadar asam urat menghasilkan nilai p = 0,188. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa ada hubungan antarariwayat keluarga dan kadar asam urat namun tidak ada hubunganantara pola makan dan kadar asam urat pada masyarakat pesisirKelurahan Molas.

Downloads

Published

2023-12-31