Hubungan Antara Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) dengan Kecelakaan Kerja pada ABK Bagian Jala di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa Kota Manado
Abstract
Anak buah kapal (ABK) merupakan individu yang berperan dalam aktivitas penangkapan ikan maupun biota laut lainnya sebagai sumber penghasilan utama. Pekerjaan ini mayoritas dilakukan di wilayah laut terbuka dan melibatkan pemanfaatan berbagai alat tangkap serta teknik tertentu untuk memperoleh hasil laut. Pekerjaan sebagai anak buah kapal dikenal memiliki tingkat risiko yang tinggi, baik akibat kondisi alam laut yang tidak menentu maupun lingkungan kerja yang keras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tindakan tidak aman (Unsafe Action) dan kecelakaan kerja yang dialami oleh anak buah kapal (ABK) bagian jala di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa, Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2025 dengan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lameshow, yang menghasilkan 100 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi square menghasilkan adanya korelasi yang signifikan antara Tindakan tidak aman dan kecelakaan kerja yaitu (nilai p = 0,001). Hasil ini mengindikasikan bahwa ABK yang mengalami kecelakaan kerja cenderung melakukan tindakan yang tidak aman. Ketidakdisiplinan dalam mengikuti prosedur keselamatan adalah salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, diharapkan anak buah kapal (ABK) dapat meningkatkan keamanan kerja dan lebih waspada untuk mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja.

