Hubungan antara Usia dan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Anak Buah Kapal di Perikanan Pantai Tumumpa Kota Manado

Authors

  • Kreis Pegi Kakisina
  • Afnal Asrifuddin
  • Eva M. Mantjoro

Abstract

Kelelahan kerja didefinisikan sebagai penurunan kemampuan fisik dan mental yang berdampak pada berkurangnya efektivitas, produktivitas, dan daya tahan tubuh dalam menjalankan aktivitas kerja. Studi ini untuk mengekplorasi korelasi antara usia dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada ABK. Analitik observasional merupakan jenis riset ini serta menggunakan desain potong lintang. Riset ini dilakukan terhadap ABK di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa Kota Manado, pada periode November hingga Januari 2025. Total responden pada riset  ini adalah 100 ABK, ditentukan menggunakan rumus Lemeshow untuk penentuan sampel. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah 36–45 tahun dengan 39 orang (39,0%), sementara kelompok usia 26–35 tahun merupakan kelompok yang paling sedikit, yakni sebanyak 27 orang (27,0%). Berdasarkan lama bekerja, sebagian besar responden 41 orang (43,0%) memiliki masa kerja di bawah 6 tahun, sedangkan sebanyak 23 orang (23,0%) masa kerjanya  > 10 tahun. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan tingkat kelelahan kerja. Akan tetapi, terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja. Dengan demikian, masa kerja terbukti mempengaruhi tingkat kelelahan kerja pada ABK, sementara usia tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Oleh karena itu, disarankan agar beban kerja ABK disesuaikan dengan kemampuan mereka, memperhatikan waktu istirahat yang cukup, serta menjaga kesehatan fisik untuk mengurangi risiko kelelahan saat bekerja.

Downloads

Published

2025-03-31