Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS dan Non-BPJS Terhadap Komunikasi Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Utara

Authors

  • Sheila Jenifer Mewengkang Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
  • Grace E. C. Korompis
  • Adisti A. Rumayar

DOI:

https://doi.org/10.35790/kesmas.v14i2.62692

Abstract

Berdasarkan data DJSN per Desember 2024 jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai 98,76%. Secara khusus di Sulawesi Utara, kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai 96,26%. Adanya angka kepesertaan yang sangat besar tersebut, menuntut seluruh pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit, termasuk dalam aspek komunikasi antara dokter dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan antara pasien BPJS dan non-BPJS terhadap komunikasi dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik komparatif. Sampel sebanyak 100 pasien rawat jalan (50 pasien BPJS dan 50 pasien non-BPJS) dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Mann Whitney U Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien BPJS merasa puas terhadap komunikasi dokter (68%), sementara sebagian besar pasien non-BPJS merasa kurang puas (56%). Namun, hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,111 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien BPJS dan non-BPJS terhadap komunikasi dokter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa status kepesertaan (BPJS atau non-BPJS) tidak mempengaruhi secara signifikan kepuasan pasien terhadap komunikasi dokter. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas komunikasi dokter secara merata kepada semua pasien tanpa membedakan jenis perawatan.

Downloads

Published

2025-06-30