Analisis Kandungan Timbal Pada Ikan Cakalang Fufu di Kota Manado Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.35790/kesmas.v14i2.62889Abstract
Logam berat masuk kedalam tubuh manusia melalui mulut yaitu, makanan yang terkontaminasi oleh alat masak, wadah, (minuman/makanan kaleng) dan juga melalui pernapasan seperti asap pembakaran kendaraan bermotor, proses industri dan pembuangan limbah. Logam berat termasuk limbah yang berbahaya bagi kesehatan. Logam berat adalah salah satu polutan beracun yang dapat menyebabkan kematian (lethal), dan non-kematian (sublethal) seperti gangguan pertumbuhan dan morfologi sehingga di anggap berbahaya jika di komsumsi. Timbal atau timah hitam atau plumbum (Pb) adalah salah satu bahan pencemar utama bagi lingkungan. Hal ini terjadi karena sumber pencemaran timbal adalah dari emisi gas buangan kendaraan bermotor. Selain itu timbal juga terdapat di dalam limbah cair industri yang proses produksinya mengunakan timbal, seperti produksi baterai, industri cat, dan industri keramik.
Penelitian ini adalah bersifat survey deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium terhadap kandungan timbal pada ikan cekalang fufu yang dijual dipinggir jalan di Kota Manado
Hasil Pemeriksaan kadar timbal (Pb) pada ikan cakalang fufu atau Katsuwonus Pelamis di Titik A 0,05 mg/kg, di Titik B 0,05 mg/kg, di Titik C 0,05 mg/kg, di Titik D 0,05 mg/kg, di Titik E 0,05 mg/kg. Seluruh sampel ikan cakalang fufu tersebut di ambil di 5 titik berbeda di kota Manado, dan Masing – masing sampel diambil dengan jumlah 100gr/kemasan. Sehingga masih di tetapkan memenuhi syarat sesuai dengan PP No. 82 Tahun 2011 tentang cemaran timbal (Pb) yaitu <0,20 mg/kg, sehingga masih aman untuk di konsumsi.

