Determinan Tingkat Kelelahan Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo
DOI:
https://doi.org/10.35790/kesmas.v14i3.62912Abstract
Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kelelahan kerja pada perawat dapat berdampak negatif terhadap kinerja, kesehatan, dan juga kesejahteraannya. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan dalam memberi pelayanan serta berdampak pada kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, masa kerja dan shift kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 dengan jumlah sampel 110 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia (nilai p = 0,012), shift kerja (nilai p = 0,025) dengan tingkat kelelahan kerja dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (nilai p = 0,413), masa kerja (nilai p = 0,992) dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat. Dengan demikian, usia dan shift kerja terbukti mempengaruhi tingkat kelelahan kerja pada perawat, sedangkan jenis kelamin dan masa kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Oleh karena itu, disarankan pihak rumah sakit tetap mampu meminimalisir kelelahan yang terjadi pada perawat dengan lebih meningkatkan kesejahteraan para perawat dan juga perawat harus memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, memperhatikan kondisi kesehatan saat bekerja agar tubuh menjadi rileks dalam bekerja sehingga mengurangi risiko kelelahan kerja yang tinggi.

