Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dari Kayu Lawang (Cinnamomum culilaban (L.) Presl.) Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
DOI:
https://doi.org/10.35801/jlppmsains.11.1.2026.67140Abstract
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan berpotensi sebagai sumber tumbuhan obat, salah satunya kayu lawang ( Cinnamomum culilaban (L.) Presl.) yang secara tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengaktifkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit kayu lawang terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus . Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diperoleh ekstrak pekat dengan rendemen sebesar 12,7%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit kayu lawang memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi. Diameter zona hambat tertinggi terhadap S. aureus dan E. coli masing-masing sebesar 15,17 ± 0,15 mm dan 10,15 ± 0,50 mm pada konsentrasi 20%. Aktivitas antibakteri terhadap S. aureus lebih tinggi dibandingkan E. coli , yang diduga berkaitan dengan perbedaan struktur dinding sel bakteri. Aktivitas ini diperkirakan berasal dari kandungan metabolit sekunder seperti fenolik, flavonoid, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit kayu lawang berpotensi sebagai sumber antibakteri alami.
Kata kunci: Cinnamomum culilaban, antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, metabolit sekunder
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jonathan Cavin Ezra Sinaga, Saskia Walangitan, Dewa Gede Katja, Audy Denny Wuntu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



