Evaluation of Ecosystem-Based Small Pelagic Fisheries Management in Fish Resources Domains in North Sulawesi Waters as a Blue Economy Implementation
DOI:
https://doi.org/10.35800/jip.v14i1.67154Keywords:
small pelagic, North Sulawesi waters, EAFM, fish resource domain, blue economyAbstract
This study evaluates the management of small pelagic fisheries, specifically focusing on the mackerel scad (Decapterus macarellus), in North Sulawesi waters through the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) framework within the Fish Resources Domain. Conducted at PPP Tumumpa, Manado, between March and November 2025, the research utilized surveys, interviews, and literature reviews. Performance was assessed using Multi-Criteria Analysis (MCA) across six key indicators: standardized CPUE, fish size trends, juvenile proportion, species composition, range collapse, and ETP (Endangered, Threatened, and Protected) species. The results indicate that management performance is highly effective, with a composite value of 85, placing it in the "Very Good" category. Key findings include a stable standardized CPUE (score 3) and a low proportion of juvenile catch at less than 30% (score 3),,. Other indicators, such as fish size trends, catch composition, and ETP species management, showed stable or moderate performance (score 2). These results demonstrate that fishery management in the region aligns with Blue Economy principles, ensuring sustainable resource utilization while maintaining ecosystem health.
Keywords: small pelagic, North Sulawesi waters, EAFM, fish resource domain, blue economy
Abstrak. Studi ini mengevaluasi pengelolaan perikanan pelagis kecil, khususnya ikan kembung (Decapterus macarellus), di perairan Sulawesi Utara melalui kerangka Pendekatan Ekosistem untuk Pengelolaan Perikanan (EAFM) dalam Domain Sumber Daya Ikan. Dilakukan di PPP Tumumpa, Manado, antara Maret dan November 2025, penelitian ini menggunakan survei, wawancara, dan tinjauan pustaka. Kinerja dinilai menggunakan Analisis Multikriteria (MCA) di enam indikator utama: CPUE standar, tren ukuran ikan, proporsi juvenil, komposisi spesies, penurunan jangkauan, dan spesies ETP (Terancam Punah, Terancam, dan Dilindungi). Hasil menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan sangat efektif, dengan nilai komposit 85, menempatkannya dalam kategori "Sangat Baik". Temuan utama meliputi CPUE standar yang stabil (skor 3) dan proporsi tangkapan juvenil yang rendah di bawah 30% (skor 3). Indikator lain, seperti tren ukuran ikan, komposisi tangkapan, dan pengelolaan spesies ETP, menunjukkan kinerja yang stabil atau moderat (skor 2). Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan perikanan di wilayah tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Ekonomi Biru, memastikan pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan sambil menjaga kesehatan ekosistem.
Kata kunci: ikan pelagis kecil, perairan Sulawesi Utara, EAFM, domain sumber daya ikan, ekonomi biru
References
Akerina, I.M.F., Pratasik, S. B. And Bataragoa, N.E. (2019). Pola pertumbuhan ikan layang (Decapterus spp.) di perairan Likupang, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Platax, 7 (1), 113-120.
Ariyanto, M., Tangke, U., & Titaheluw, S. S. (2022). Evaluasi Pengelolaan Perikanan Layang Di Perairan Pulau Ternate Berdasarkan Eafm Pada Domain Sumber Daya Dan Teknik Penangkapan Ikan. JURNAL BIOSAINSTEK, 5(1), 31–41.
Canyon Keanu Can & T. Dartanto. (202)3. Developing the Blue Economy in Indonesia. Policy Brief. Economic Research Institute for ASEAN and East Asia. NO. 2023-05, August 2023. ISSN: 2086-8154
[FAO] Food and Agriculture Organization. (IT). (2003). Ecosystem Approach to Fisheries. FAO Technical Paper.
Harahap WAJ. (2023). Pengelolaan Perikanan Cumi-Cumi (Uroteuthis Spp.) Skala Kecil Dengan Pendekatan Ekosistem: (Studi Kasus Perairan Pesisir Medan, Provinsi Sumatera Utara).Tesis. Institut Pertanian Bogor.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (ID). (2013). Modul Penilaian Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem (EAFM). National Working Group II EAFM, Direktorat Sumberdaya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Jakarta.
[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2014). Indikator untuk pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management). Satker Pengelolaan dan Rehabilitasi Terumbu Karang – CTI. Jakarta
[KKP].Kepmen KKP RI No. 19 Tahun 2022 tentang Estimasi Potensi Sumber Daya Ikan, Jumlah Tangkapan Ikan yang diperbolehkan, dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di WPP NRI.
[KKP] Permen KKP RI. No.18 Tahun 2014 tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara RI
[NWG EAFM] National Working Group on Ecosystem Approach to Fisheries Management. (ID). 2014. Modul Penilaian Indikator untuk Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem. National Working Group on Ecosystem Approach to Fisheries Management. Direktorat Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Jakarta.
Pregiwati, L.A., Wiryawan, B., Baskoro, M.S., Wisudo, S.H., & Satria, A.(2015). Linking indicators for ecosystem approach to fisheries management and management of marine protected area effectiveness in Anambas Island, Indonesia. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation International Journal of the Bioflux Society. Vol 8 (No. 6), 1048-1063
Suryaman, E., Boer, M., Adrianto, L. And Sadiyah, L. (2017). Pengelolaan Perikanan Tuna Neritik dengan Pendekatan Ekosistem (Studi Kasus: Perairan Teluk Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Telaumbanua, B. V., Zebua, R. D., Laoli, D., Zebua, O., & Dawolo, J. (2024). Produksi perikanan tangkap di Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Akuatiklestari, 8(1), 49-56.
WCS. (2019). Laporan Pelingkupan Perikanan Sulawesi Utara. Wildlife Conservation Society.
Zamroni, A., Kuswoyo, A. And Chodrijah, U. (2019). Aspek biologi dan dinamika populasi ikan layang biru (Decapterus macarellus Cuvier, 1833) di perairan Laut Sulawesi. Bawal, 11 (3), 137-149.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Ridwan Lasabuda, Billy Theodrus Wagey, Khristin I.F Kondoy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).


































