Pengaruh Metode Ekstraksi (Maserasi dan Infusa) terhadap Potensi Antibakteri Ekstrak Daun Nasi (Phrynium pubinerve Blume) dalam Menghambat Pertumbuhan Propionibacterium acnes

Authors

  • Christel Nataniel Sambou Universitas Sam Ratulangi https://orcid.org/0009-0007-4113-7061
  • Adithya Yudistira Universitas Sam Ratulangi
  • Erladys Melindah Rumondor Universitas Sam Ratulangi
  • Gloria J. Lontaan Universitas Sam Ratulangi
  • Alisa W. R. Lumbu Universitas Sam Ratulangi
  • Tesalonika N. Rolos Universitas Sam Ratulangi
  • Yabes Kanter Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35799/pmj.v8i2.64402

Abstract

Pencarian alternatif antibakteri berbasis tanaman menjadi krusial seiring dengan meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik konvensional, di mana metode ekstraksi merupakan faktor penentu potensi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan efektivitas metode maserasi dan infusa dalam memperoleh ekstrak Phrynium pubinerve Blume yang aktif melawan Propionibacterium acnes, serta mengidentifikasi metode mana yang paling efektif. Dengan menggunakan metode difusi agar (kertas cakram), diameter zona hambat kedua jenis ekstrak diukur dan diuji secara statistik dengan Uji-t Welch. Hasil Uji-t menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada rata-rata zona hambat kedua kelompok. Kesimpulannya, ekstrak Phrynium pubinerve Blume yang dihasilkan dari metode ekstraksi dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu maserasi menjadi metode yang paling efektif dalam aktivitas antibakteri.

Downloads

Published

2025-12-31