Perbaikan Mutu Produk Abon Ikan Roa Hasil Produksi Kelompok Pengolah Hasil Perikanan “Perempuan Mandiri” dengan Penggunaan “Spinner Pulling Oil”

Authors

  • Silvana Dinaintang Harikedua Universitas Sam Ratulangi
  • Eunike Louisje Mongi Universitas Sam Ratulangi
  • Lena Jeane Damongilala Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35799/tsj.v3i2.43254

Keywords:

abon roa, spinner pulling oil, mutu produk, kelompok perikanan

Abstract

Abstrak

 

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan, produksi, dan kesejahteraan masyarakat.  Mitra sasaran PKM ini adalah kelompok perempuan “Mandiri†yang berlokasi di Kelurahan Sario Tumpaan Lingkungan IV, Kec. Sario, Kota Manado. Kelompok ini merupakan salah satu kelompok yg pendirian dibentuk oleh Dinas Perikanan Kota Manado. Kelompok ini memiliki kegiatan untuk mengolah berbagai produk olahan hasil perikanan terutama pengolahan abon ikan tuna dan abon ikan roa. Penjualan abon ikan sudah dilakukan sesuai pesanan dan masalah utama yang dihadapi adalah masih banyak minyak yang ada pada produk abon tersebut sehingga diperlukan peralatan seperti spinner pulling oil  supaya produk abon yang dihasilkan bisa lebih baik. Penggunaan alat “spinner pulling oil†oleh mitra menghasilkan produk abon yang secara organoleptik lebih disukai karena lebih kering dengan nilai protein yang lebih tinggi dan nilai total lemak yang lebih rendah.

Kata kunci: abon roa, spinner pulling oil, mutu produk, kelompok perikanan

 

 

Abstract

 

The Community Partnership Program (CPP) is the implementation of community service carried out by universities. The aim of this program is to improve skills, production, and community welfare. The target partner of this CPP is Kelompok Perikanan “Perempuan Mandiri†located in Kel. Sario Tumpaan Ling. IV, Kec. Sario, Manado City. This group is one of the groups established by the Manado City Fisheries Agency. This group has activities to process various processed fishery products, especially the processing of roa floss. The sale of fish floss has been made by order and the main problem faced is that there is still a lot of oil in the flossing product, so equipment such as spinner pulling oil is needed so that the floss quality can be improved. The utilization of a spinner pulling oil to produce fish floss by the target partner resulted in a shredded product which was organoleptically preferred because it was drier and had a higher protein value and a lower total fat value.

Keywords: shredded roa, spinner pulling oil, product quality, fishery group

References

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2013. Abon Ikan. SNI 7690.1-2013. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional Indonesia.

Felayati, H., Susilo, B., Tropis, Y. S.-J. K. P. 2016. Uji Performansi Mesin" Spinner Pulling Oil" sebagai Pengentas Minyak Otomatis dalam Peningkatan Produktifitas Abon Ikan Patin (Pangasius pangasius). J. Keteknikan Pertan. Trop. dan Biosist. IV, 41–47.

Karo, Y. C. B., Nopianti, R., & Lestari, S. D. (2017). Pengaruh variasi suhu terhadap mutu abon ikan ekonomis rendah selama penyimpanan. Jurnal FishtecH, 6(1), 80-91.

Suryani, A., E. Hambali dan E. Hidayat. 2007. Membuat Aneka Abon. Penebar Swadaya : Jakarta

Downloads

Published

2021-10-15

Issue

Section

Articles