Pemberdayaan Kelompok Tani Ternak Sapi Potong Melalui Introduksi Teknologi Pembuatan Pupuk Organik

Authors

  • Anneke Rintjap Universitas Sam Ratulangi
  • Jolanda Kalangi Universitas Sam Ratulangi
  • Judy Tumewu Universitas Sam Ratulangi
  • Tilly Lumy Universitas Sam Ratulangi
  • Merry Manese Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35799/tsj.v6i1.54218

Abstract

Abstrak

Desa Tonsewer Selatan Kecamatan Tompaso memiliki kelompok tani yang mengembangkan sapi potong sebagai sumber pendapatan. Salah satu kelompok yang dimaksud yaitu kelompok Soputan Jaya. Kenyataannya pengembangan sapi potong dilakukan secara tradisional yaitu digembalakan di lahan pertanian. Keadaan ini menyebabkan kotoran ternak sebagai limbah dibiarkan di lahan pertanian tanpa perlakuan. Padahal kotoran sapi potong dapat bermanfaat sebagai pupuk organik. Permasalahannya masih rendahnya pengetahuan anggota kelompok tentang pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk organik. Berdasarkan permasalahan tersebut maka telah dilakukan pemberdayaan anggota kelompok dengan tujuan meningkatkan pengetahuan teknologi pupuk organik. Metode pelaksanaan yaitu penyuluhan dan pelatihan bagi anggota kelompok Soputan Jaya. Berdasarkan hasil pemberdayaan menunjukkan bahwa anggota kelompok merespon baik tentang introduksi teknologi pupuk organik. Walaupun introduksi teknologi tersebut belum diterapkan oleh anggota kelompok. Kesimpulan, pengetahuan anggota kelompok mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan pemberdayaan. Saran, perlu pendampingan terhadap anggota kelompok dalam pengembangan pupuk organik bersumber dari limbah sapi potong.

Kata kunci: pemberdayaan, kelompok, sapi potong, pupuk organik

 

Abstract

South Tonsewer Village, Tompaso District, had farmer groups that develop beef cattle as a source of income, one of which was the Soputan Jaya group. In fact, beef cattle were grazed on agricultural land, so the manure was left untreated. Even though this manure can be used as organic fertilizer. The problem was the low knowledge of group members about the use of cattle dung as organic fertilizer. Based on these problems, empowerment was carried out, the aim of which was to increase group members' knowledge about the technology. Implementation methods were extension and training. Based on the empowerment results, it shows that group members responded well to the introduction of organic fertilizer technology, even though it had not yet been implemented. In conclusion, group members' knowledge increased after empowerment. Suggestion, assistance is needed in the development of organic fertilizer.

Keywords: empowerment, groups, beef cattle, organic fertilizer

Downloads

Published

2024-01-30

Issue

Section

Articles