PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT KELURAHAN TALETE 1, TOMOHON TENGAH AGAR MENJADI DESA AGROWISATA YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN BERBASIS SENYAWA ORGANIK
DOI:
https://doi.org/10.35801/tsj.v6i2.60096Abstract
Abstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan mendampingi masyarakat di Kelurahan Talete 1, Tomohon Tengah, dalam mengembangkan desa agrowisata berbasis pertanian organik dan ramah lingkungan. Masyarakat di desa ini mayoritas bekerja sebagai petani hortikultura yang menghadapi tantangan penurunan kualitas hasil pertanian akibat serangan hama dan penggunaan pestisida sintetis yang tidak efisien. Pelatihan yang diberikan meliputi teknik pembuatan pupuk organik, pestisida nabati, dan pemanfaatan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang aplikatif bagi petani. Selain itu, pendampingan dilakukan untuk mengintegrasikan praktik-praktik pertanian ramah lingkungan dengan sektor pariwisata, sehingga potensi agrowisata desa dapat berkembang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani dalam mengelola pertanian organik, peningkatan daya tarik wisata melalui konsep wisata petik sayur dan buah, serta penerapan teknologi tepat guna untuk pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa agrowisata yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kata kunci: agrowisata, pertanian organik, pestisida nabati, PGPR, pemberdayaan Masyarakat
Abstract
This community service activity aims to train and assist the community in Talete 1 Village, Central Tomohon, in developing an agro-tourism village based on organic and environmentally friendly agriculture. The majority of people in this village work as horticultural farmers who face the challenge of decreasing the quality of agricultural products due to pest attacks and inefficient use of synthetic pesticides. The training provided includes techniques for making organic fertilizers, vegetable pesticides, and the use of Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) that are applicable to farmers. In addition, mentoring is carried out to integrate environmentally friendly agricultural practices with the tourism sector, so that the agro-tourism potential of the village can develop. The results of the activity showed an increase in farmers' knowledge in managing organic farming, increasing tourist attraction through the concept of vegetable and fruit picking tours, and the application of appropriate technology for sustainable agriculture. This activity is expected to become a model for the development of an environmentally friendly agritourism village and improve the welfare of the local community.
Keywords: agritourism, organic farming, vegetable pesticides, PGPR, community empowerment
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Parluhutan Siahaan, Saroyo, Adelfia Papu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.