Pemberdayaan Kelompok Ibu-Ibu Majelis Pengajian Nurussalam Desa Sarawet Likupang, Kabupaten Minahasa Utara Melalui Pelatihan Pengolahan Scotch Egg

Authors

  • Wahidah Ma’ruf Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35801/tsj.v6i2.60117

Abstract

Abstrak

Kelompok ibu-ibu majelis jamaah masjid Nurussalam dibentuk pada tahun 2000 beranggotakan ±30orang dan 80% sebagai ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan pensiunan. Program Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak ibu-ibu agar terampil dalam mengelolah produk hasil ternak khususnya produk scotch egg, kegiatan ini sebagai pembekalan/pelatihan untuk ibu-ibu yang mempunyai  banyak waktu luang.  Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat[PKM] , diharapkan para ibu belajar teknik pembuatan scotch egg secara efektif, sehingga mereka mampu memproduksi dan memasarkan produk tersebut. Kegiatan ini juga bertujuan membangun rasa kebersamaan dan meningkatkan keterampilan kewirausahaan di kalangan anggota majelis pengajian dan diharapkan akan tercipta peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bagi ibu-ibu di desa Sarawet.  Scotch egg merupakan salah satu bahan olahan pangan yang bersifat ready to cook (siap untuk dimasak) dan salah satu produk olahan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai industri rumahan yang memiliki prospek yang baik karena scotch egg ini bisa dikonsumsi oleh semua kalangan dari anak kecil sampai orang dewasa. Terlaksananya PKM Pembuatan Scotch Egg oleh ibu-ibu Majelis Pengajian Nurussalam di desa Sarawet, kecamatan Likupang Timur kabupaten Minahasa Utara diharapkan tidak hanya memperoleh ketrampilan baru, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi mereka. Program ini diharapkan dapat menciptakan solidaritas di antara anggota majelis pengajian dan memperkuat jaringan sosial yang positif dalam komunitas.

 

Kata kunci: Scotch Egg, ibu-ibu Majelis Pengajian Nurussalam, Pengabdian Kepada

       Masyarakat [PKM]

 

Abstract

The Nurussalam mosque congregational assembly group was formed in 2000 consisting of ±30 members and 80% as unemployed and retired housewives. This activity program was aimed to invite mothers to be skilled in managing livestock products, especially scotch egg products, this activity was a debriefing/training for mothers who have a lot of free time.  Through Community Service [PKM], it is hoped that Nurussalam women;s group will learn the technique of making scotch eggs effectively, so that they will be able to produce and market the product.  This activity awas also aimed to build a sense of togetherness and improve entrepreneurial skills among the members of the recitation assembly and was expected to create an increase in welfare and economic independence for women in Sarawet village.  Scotch egg is one of the processed food ingredients that is ready to cook (ready to cook) and one of the processed products that can be considered as a home industry that has good prospects because this scotch egg can be consumed by all groups from children to adults. The implementation of PKM for making Scotch Egg by the Nurussalam mosque congregational assembly group in Sarawet village, East Likupang district, North Minahasa regency was expected not only to acquire new skills, but also to increase their economic independence as well as to create solidarity among members of the recitation assembly and strengthen positive social networks in the community. 

 

Keywords: Scotch Egg, community services on women’s nurussalam , Through Community Service [PKM]

Downloads

Published

2025-01-16